Masih Ada Warga Blitar yang Terpasung

Blitar, koranmemo.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat masih ada 9 warganya yang masih hidup dalam pasungan. Sebanyak 9 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang hidup dalam pasungan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, selama 2019 tercatat 19 ODGJ Kabupaten Blitar hidup dalam pasungan. Namun, pada Agustus tahun ini sudah ada 10 warga yang telah dibebaskan, hingga kini masih menyisakan 9 orang yang hidup dalam pasungan.

“Sembilan ODGJ  ini masuk dalam kategori ODGJ berat. Artinya kondisi sakit jiwanya sudah parah, ditambah dengan pihak keluarga yang belum siap merawat jika pasien ODGJ dibebaspasungkan, sehingga proses pembebasan membutuhkan waktu cukup lama,” ujarnya, Jumat (4/10).

Pihak keluarga trauma jika saudaranya dibebaspasungkan. Pasalnya, rata – rata mereka akan mengamuk hingga pernah membahayakan jiwa orang lain maupun dirinya sendiri. Krisna mengaku, melalui petugas Puskesmas terus melakukan upaya persuasif agar pihak keluarga mengizinkan petugas melakukan pembebasan. ODGJ yang belum dibebaskan ini diantaranya ada dari Kecamatan Bakung, Kademangan, Srengat dan Wonodadi.

“Yang belum bebas ini kami terus  koordinasikan dengan lintas sektor maupun masyarakat sekitar. agar keluarga mengizinkan untuk membebaspasungkan,” jelasnya.

Dinkes Blitar secara rutin juga tetap memberikan pengobatan dan perawatan terhadap ODGJ yang masih dipasung melalui petugas Puskesmas.  Mereka juga diawasi  petugas dari Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

“Kami rutin datangi. Kami obati, kalau pihak keluarga sudah mengizinkan pelan-pelan alat yang digunakan untuk memasung akan dilepas,” tandas Krisna.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date