Masa Pencarian Diperpanjang, 6 Ekskavator Tiba di Lokasi Longsor

Nganjuk, Koranmemo.com-Masa pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, diperpanjang hingga tiga hari ke depan, Rabu (19/4).

Agus Irianto, Kepala Bagian Humas Kabupaten Nganjuk mengatakan, pihaknya bersama tim Basarnas, TNI, dan pihak-pihak terkait lainnya sudah melakukan rapat koordinasi, dan untuk Pencarian, Penyelamatan dan Evakuasi (PPE) korban ada perpanjangan hingga tiga hari ke depan.

Agus mengungkapkan, sesuai dengan rencana, pencarian korban tertimbun tanah longsor sebenarnya selesai pada, Minggu (16/4) Namun, tim mengadakan rapat lagi dan disepakati diperpanjang.

Sementara itu, rapat tersebut dihadiri seluruh pihak terkait, misalnya dari TNI, basarnas, relawan, hingga perwakilan keluarga. Acara itu dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Arhanud (Arh) Sri Rusyono.

“Perpanjangan itu juga atas persetujuan keluarga dan seluruh yang terlibat. Jadi, untuk relawan yang terlibat pun dimohon untuk bersedia tetap membantu secara sukarela,” ujarnya.

Saat ini 6 ekskavator sudah tiba di lokasi dan sudah mulai bekerja melakukan pencarian kelima korban yang tertimbun longsor. Hingga sore kini lima korban yang tertimbun tanah longsor tersebut belum ditemukan.

Petugas masih berupaya melakukan pencarian korban. Selain melibatkan personel yang banyak, pencarian juga dimudahkan dengan sudah adanya alat berat yang ada di lokasi longsor. Enam unit alat berat sudah di lokasi kejadian.

“Jadi, alat beratnya itu ada enam, empat sudah bergerak melakukan pencarian korban dan dua masih berada di atas memperbaiki jalan yang menuju lokasi.

Ditambahkan, selama proses pencarian korban sebenarnya cuaca juga mendukung. Namun, alat berat memang tidak bisa langsung ke lokasi longsor, sebab terkendala medan yang sulit. Jalan menuju ke lokasi naik turun. Selain itu, jalurnya juga sangat kecil, sehingga alat berat sulit masuk ke dalam lokasi longsor.

Untuk diketahui, musibah tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Longsor sempat membendung sungai, menyebabkan terjadinya bendungan alam. Tingkat kedalaman longsor bahkan mencapai 40 meter, membuat petugas pun harus berupaya keras mencari para korban. Dalam musibah itu, lima orang menjadi korban.

Reporter : Yudha Kriswanto
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.