Mas Ipin Dorong Pengembangan Inovasi Desa Suruh Jadi Kampung Etawa

Trenggalek, Koranmemo.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengucurkan anggaran senilai lebih dari Rp 1,2 miliar ke Desa Suruh Trenggalek. Suntikan dana ini merupakan program trailer inkubasi inovasi untuk pengembangan ekonomi lokal sentra produksi susu kambing etawa. Suruh bakal berubah wajah menjadi Kampung Etawa.

Kepala Desa Suruh, Gunawan mengatakan, anggaran itu nantinya bakal digunakan untuk pembangunan gedung pengolahan susu, pengadaan peralatan, kandang komunal, kendaraan operasional serta kebutuhan lain untuk menunjang terwujudnya sentra produksi susu etawa. “Inovasi Desa Suruh mengangkat pengolahan susu kambing etawa (PE),” kata dia.Sebelumnya produk tersebut sudah diproduksi secara tradisional oleh masyarakat setempat, kelompok Agro Jangil. Dengan bantuan itu, masyarakat ingin melakukan inovasi produk agar lebih modern. Seperti pengolahan susu kambing etawa diantaranya menjadi es krim, stik, susu bubuk dan permen. “Karena hampir semua rumah di Suruh mempunyai kambing etawa,” kata dia.

Gunawan menyebut, program tersebut berbasis kemitraan dengan para petani, peternak hingga pelaku ekonomi lokal sehingga perputaran uang tetap berkutat dan meningkatkan perekonomian warga. “Harapannya program ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat, (untuk menunjang Kampung Etawa) penggunaan dana desa tidak hanya untuk kegiatan fisik saja, tapi juga pemberdayaan,” pungkasnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, pengembangan Kampung Etawa tak hanya mengunggulkan soal produk, namun bisa merambah ke sektor wisata. “Kambing PE ini unik, tidak semua tempat ada. Jadi bisa ada hasil susunya dan juga bisa menjadi tempat wisata. Ke depan kita harus punya Kampung PE, yang disana kita (pengolahan) dari hulu ke hilir,” kata Mas Ipin.

Mas Ipin menyebut pemilihan inovasi pengolahan susu PE bukan tanpa alasan. Pasalnya mayoritas warga sekitar berkutat mengelola kambing etawa. Bahkan produk kelompok Argo Jangil oleh pihak desa dijadikan sebagai embrio dari inovasi tersebut. “Saya lihat bantuan kementerian ini polanya efektif karena kemitraan, terus kemudian banyak masyarakat yang terlibat,” pungkasnya.  (adv/humas)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date