Marcus/Kevin Menjadi Tumpuan di Denmark dan Prancis Terbuka

Jakarta, koranmemo.com-Dua pasangan ganda terbaik Indonesia yakni pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Owi/Butet) dan pasangan ganda putra  Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (Marcus/Kevin) pada Bulan Oktober ini akan kembali berlaga di dua turnamen superseries yakni Denmark Terbuka (17-22 Oktober) dan Prancis Terbuka (24-29 Oktober).

Sejarah mencatat, Indonesia sudah puasa gelar di Denmark selama tujuh tahun. Nah, bagaimana peluang dua pasangan yang menjadi tumpuan Indonesia di Denmark Terbuka tersebut.

Untuk pasangan ganda putra Marcus/Kevin masih tetap dan bisa diandalkan. Kalau melihat dari prestasi yang telah diraih selama 2017 ini, trend prestasi Marcus/Kevin sudah mulai bangkit. Setelah menjuarai All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka memang trend  Marcus/Kevin sempat turun seiring turunya ranking dari nomor satu dunia.

Namun belakangan ini trend prestasi pasangan nomor satu di Indonesia dan kini peringkat dunia juga kembali  teratas, terakhir penampilannya di Jepang terbuka Superseries 24 September, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo keluar sebagai juara setelah mengalahkan pasangan tuan rumah,  Takuto Inoue/Yuki Kaneko 21-12, 21-15 dalam waktu 30 menit. Dengan dengan demikian sejak awal tahun 2017 Marcus/Kevin  sudah memenangi 4 kejuaraan yakni All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka dan Jepang Terbuka.

Dengan catatatan tersebut tentu saja pasangan ganda putra nasional, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan kembali berusaha mencuri gelar dari dua turnamen superseries Denmark dan Prancis terbuka.

Tahun ini, Marcus/Kevin berpeluang menyamai atau bahkan melampaui rekor mantan ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yoon-seong, yang sukses meraih enam gelar superseries pada 2015.

Dengan empat gelar yang sudah digenggam pada kalender kompetisi 2017, Marcus/Kevin kini hanya butuh dua gelar dari empat turnamen superseries tersisa untuk menyamai rekor milik Lee/Yoo tersebut.

Sedangkan wakil Merah Putih lain yang menjadi harapan besar adalah pasangan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Setelah menjadi trend permainannya naik menyusul sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, 28 Agustus 2017, setelah mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15. Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Sebelumnya, mereka pernah juara pada edisi 2013 yang digelar di Guangzhou, China.

Namun setelah keberhasilan tersebut pasangan nomor satu Indonesia ini menarik diri dari turnamen Jepang Terbuka Super Series (20-25 September) dan Korea Terbuka Super Series (17 September). “Kalau dipaksakan hasilnya tidak akan maksimal. Setelah pulang dari Olimpiade, mereka libur. Setelah kembali ke pelatnas, mereka juga belum menjalani program latihan rutin seperti biasa karena masih banyak acara yang harus dihadiri,” kata Richard Mainaky, pelatih kepala nomor ganda campuran, waktu itu.

Mereka baru akan tampil dalam keadaan “terpaksa” di turnamen di Denmark Terbuka Super Series Premier (18-23 Oktober). Tontowi/Liliyana yang berada di peringkat tiga ranking BWF harus tampil karena kewajiban bertanding di turnamen level Super Series Premier, karena turnamen ini mengharuskan pemain di peringkat delapan besar untuk tampil. Jika absen tanpa alasan yang jelas, mereka bisa dikenai denda sebesar 5000 Dollar AS.

Lantaran kondisi dan persiapan yang kurang, Richard tak mematok target tinggi. Tontowi/Liliyana hanya diminta main maksimal saja tanpa dibebani target untuk jadi juara.

Dari Berbagai Sumber

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.