Marak LSL Pelajar di Tulungagung, Dindik Jatim Turun Tangan

Surabaya, koranmemo.com – Mirisnya perilaku menyimpang terkait Lelaki Seks Lelaki (LSL) di kalangan pelajar di Kabupaten Tulungagung, membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur turun tangan untuk memberikan upaya pencegahan.

Sebelumnya, Dinkes Kab. Tulungagung merilis data dari periode Januari hingga Juni 2019, ada sekitar 498 LSL yang tersebar di 7 kecamatan. Dari 19 kecamatan yang ada, 60 persen dari jumlah tersebut masih berusia pelajar dengan rentang usia 11-20 tahun.

Melihat kondisi tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Hudiyono bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung Solikin, melakukan monitoring terhadap siswa diĀ  salah satu SMA di Kab. Tulungagung.

Ia meminta kepada para guru agar lebih intens dalam memberikan pengawasan kepada siswa saat berada di sekolah. Menurutnya, peran guru untuk mengawasi pergaulan anak didik di sekolah sangat penting, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya perilaku menyimpang tersebut.

“Kami minta kepada guru BK maupun wali kelas untuk melakukan konseling individu terhadap para siswa,” terangnya lewat telpon, Jumat (26/7).

Dikatakan, meskipun tidak ditemukan indikasi perilaku menyimpang di salah satu SMA di Kab. Tulungagung, namun Hudiyono tetap mengimbau kepada siswa agar tetap menjaga pergaulan di sekolah maupun luar sekolah.

“Kami menginformasikan kepada seluruh siswa terkait dengan berita ini, dan menghimbau siswa untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dan berkomunikasi,” katanya.

Selain itu, Hudiyono juga mengatakan bahwa peningkatan kerohanian menjadi penting sebagai upaya mencegah perilaku menyimpang tersebut. “Di sekolah, siswa juga butuh ditingkatkan Imtaqnya. Bisa melalui kegiatan keagamaan disekolah,” ucapnya.

Hudiyono juga menambahkan, peran orangtua di rumah juga sangat mempengaruhi atas perilaku siswa. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada orangtua atau wali murid turut mengawasi putra dan putrinya selama di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Reporter: Dimas Mahendra

Editor: Achmad Saichu