Marak Aksi Demo, 25 Pelajar Papua Pulang Kampung

Kediri, koranmemo.com – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, mencatat ada 25 pelajar asal Papua yang kembali ke rumahnya masing-masing. Lantaran, sejak muncul isu serta maraknya aksi demo di berbagai daerah membuat orangtua pelajar meminta mereka untuk pulang.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Prayitno melalui Staf Pengolah Data UN dan USBN SMA dan PK-PLK, Yazid Bastomi mengatakan, dari informasi yang diperoleh beberapa hari yang lalu, sudah tercatat 25 pelajar kembali ke Papua. Sebelumnya, mereka menjadi siswa SMA Negeri maupun Swasta di Kota Kediri.

Para pelajar ini menuntut ilmu di Kota Kediri melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). “Rata-rata mereka bersekolah di SMA baik negeri maupun swasta. Kalau yang di Kabupaten, mereka tidak ikut program ADEM, tapi memang sudah tinggal di sini dan bukan asli sana (Papua),” jelas Yazid, Rabu (9/10).

Berdasarkan data yang ada di Cabdindik wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, tercatat sejak tahun ajaran 2017/2018 sampai tahun ajaran 2019/2020 ada 86 pelajar. Mereka menuntut ilmu di sepuluh SMA (delapan SMA negeri dan dua SMA swasta). Namun, jumlah tersebut berkurang setelah 25 pelajar kembali ke tempat asalnya.

Para orang tua meminta supaya anak mereka kembali pulang, dari 25 pelajar tersebut ada sebagian yang memutuskan untuk mutasi (pindah) sekolah ke Papua. “Selain pindah sekolah, pelajar yang pulang masih ingin kembali ke sekolah di Kota Kediri. Tapi ada juga yang belum memberikan kabar, apakah mereka pindah sekolah atau kembali ke sini,” ucapnya.

Data yang diperoleh dari Cabdindik, delapan SMA Negeri yang menjadi tempat untuk menuntut ilmu adalah SMA Negeri 1 sampai SMA Negeri 8 Kota Kediri dan dua SMA swasta yaitu SMA Katolik Santo Augustinus serta SMA Kristen Petra Kediri. Kedua SMA ini mempunyai jumlah siswa paling banyak dibandingkan dengan delapan sekolah lainnya.

Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Kota dan Kabupaten Kediri sebelumnya sudah melakukan upaya untuk mencegah pelajar kembali ke tempat asalnya. Pasalnya, beberapa dari mereka sudah berada di kelas XII sehingga dalam waktu dekat juga akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). Dikhawatirkan, dengan kembali ke Papua akan menjadi kendala bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date