Mantan Ketua MK Dukung Pembahasan RUU PKS Dilanjutkan

Share this :

Jombang, koranmemo.comMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, Profesor Mahfud MD mendukung pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) tetap dilanjutkan. Menurutnya, RUU tersebut sudah masuk pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas), sehingga perlu untuk diteruskan pembahasannya.

Ini disampaikan Mahfud saat diwawancarai sejumlah wartawan usai menghadiri acara seminar nasional tentang RUU PKS di Gedung Yusuf Hasyim, di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Kamis siang (2/5).

“Ada alasan yang sifatnya urgensi untuk dibuat Undang-Undang. Karena sebelum RUU, sudah didiskusikan, jadi banyak yang membahas. Maka saya mendukung itu (lanjutan pembahasan, red),” kata Mahfud MD.

Meski mendukung pembahasan RUU PKS tetap diteruskan, namun Mahfud MD mengingatkan agar masukan-masukan yang ada terus diolah atau dikonsep yang baik.

“Karena ada benturan konsep pada hukum administrasi dan pidana, sudah diatur di aturan ini kok masuk di sini lagi, itu semua disisir ulang, sehingga UU itu tidak berbenturan satu sama lain,” ujar Mahfud.

Masih menurut Mahfud, secara urgensi, RUU tersebut memang bagus karena di Indonesia hingga saat ini belum ada UU perlindungan terhadap pelecehan seksual. “Yang ada itu Undang-Undang zaman Belanda yang sifatnya sangat umum,” sambungnya.

Lalu bagaimana jika ada pihak yang kontra dengan RUU tersebut? Mahfud menyarankan agar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) untuk melibatkan pihak tersebut dalam pembahasan.”Saya menyarakankan agar mereka (pihak kontra, red) dilibatkan saja,” tutupnya.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu