Mantan Kepsek Widodaren Dicecar Penyidik 30 Pertanyaan

Ngawi, koranmemo.com – Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN I Widodaren Rusman (60), jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi, Kamis (25/1). Dia dicecar 30 pertanyaan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan SDN I Widodaren tahun 2015 senilai Rp 1,7 miliar bersumber dari dana ganti rugi proyek jalan tol.

Tersangka merupakan Ketua Panitia Pembangunan SDN I Widodaren. Diperiksa langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Ngawi Wisnu Pratistha mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB diruang Pidana Khusus, dengan didampingi kuasa hukumnya Kayubi.

“Mantan Kepsek (Rusman-red) ini diperiksa sebagai tersangka. Ada sekitar 30 pertanyaan,terkait dana ganti rugi dari jalan tol untuk pembangunan gedung baru SDN I Widodaren. Tidak bisa kami sebutkan karena kepentingan penyidikan,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Ngawi Wisnu Pratistha, Kamis, (25/01).

Dalam kasus ini, jelasnya, penyidik telah memeriksa sebanyak 10 saksi dari panitia pembanguan, pihak desa dan pihak sekolah. Penyidik juga telah mengamankan sejumlah alat bukti berupa dokumen terkait kasus dugaan menggelapkan dana ganti rugi jalan tol tersebut.

“Seluruh saksi yang kami anggap masih diperlukan untuk dimintai keterangan ya akan dipanggil. Pemeriksan akan terus dilakukan hingga berkas kasus ini kami nyatakan lengkap,” jelasnya.

Usai jalani pemeriksaan, tersangka langsung dikembalikan ke Lapas Klas II B Ngawi untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari terhitung mulai 15 Januari hingga 03 Februari 2017. “Untuk masa tahanan tergantung proses penyidikan, jika perlu adanya penambahan yang ditambah hingga berkas siap dilimpahkan,” tegasnya.

Terpisah, Kayubi Kuasa Hukum tersangka saat dikonfirmasi mengatakan, kliennya diperiksa penyidik sebagai tersangka kasus dugaan menggelapkan uang pembangunan gedung sekolah. Ada sekitar 25 hingga 30 pertanyaan yang ditanyakan kepada kliennya mengenai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pembangunan gedung baru SDN I Widodaren, Desa/Kecamatan Widodaren.

“Masih seputar dana ganti rugi jalan tol dan LPJ pembangunan gedung baru. Pemeriksaan ini belum selesai, masih akan diagendakan lagi dengan menunggu kabar dari penyidik,” katanya.

Reporter:Dika Abdillah/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.