Mantan Kades Dijemput Paksa Jaksa

Kediri, Koran Memo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngasem melakukan penjemputan paksa terhadap mantan Kepala Desa (Kades) Donganti Kecamatan Plosoklaten. Daryono (46) dijemput paksa saat mengantar istrinya yang kini menjabat sebagai Kades saat mengikuti kegiatan pembekalan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh Pemkab Kediri di gedung Bagawanta Bhari, Rabu (7/10).

Sebelumnya, Daryono dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri atas kasus penganiayaan terhadap Kelvin Widarta (16), pelajar berusia 16 tahun yang juga warganya sendiri. Namun Daryono tidak terima dengan putusan PN memutuskan untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT), yang akhirnya memutuskan Daryono tidak bersalah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penganiyaan terhadap Kelvin Widarta (16) mengatakan, pihaknya menjemput paksa pelaku setelah menerima salinan berkas kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan pihak jaksa penuntut umum yang di putus pada tanggal 23 Juni 2014 silam.

“Kita baru melakukan eksekusi dengan menjemput paksa terpidana hari ini, karena kita baru mendapat surat beritahuan dari pihak pengadilan Negeri saat ini. Kemudian kita langsung menyiapkan seluruh administrasi dan setrategi penangkapan terpidana. Sebab dirinya berada diluar. Baru tadi di gedung Bagawanta kita bisa menemukan terpidana dan langsung kita jemput,” jelas Iwan K, jaksa penuntut umum kasus penganiayan itu.

Iwan mengakui proses hukum terhadap kasus yang melibatkan terpidana cukup lama. Hal itu karena terpidana melakukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Kediri yang memvonis bersalah. Tidak puas dengan putusan PN Kediri, terdakwa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Alhasil, terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan menganulir seluruh putusan PN Kabupaten Kediri.

“Atas keputusan Pengadilan Tinggi, kami jaksa penuntut umum akhirnya melakukan upaya kasasi. Ditingkat kasasi, hakim memenangkan tuntutan jaksa dan memfonis terdakwa dengan 6 bulan pidana kurungan dan denda sebesar Rp 2 juta, subsider 3 bulan penjara. Tersangka dijerat dengan pasal 80 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” imbuh Iwan.

Dengan vonis kasasi MA yang telah dijatuhkan, dipastikan terpidana langsung menjadi penghuni sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kediri. “Hari ini juga langsung kita kirim terpidana ke Lapas,” pungkas Iwan.

Sebagaimana diketahui, oknum Kades Donganti melakukan penganiayaan pada warganya yang masih usia pelajar SMA pada Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 06.00 WIB, di dekat jembatan desa setempat. Akibat pemukulan yang dilakukan sang oknum, korban mengalami luka lebam dibagian muka hingga jatuh sakit.

Tidak terima atas perlakuan oknum kades pada anaknya, orang tua korban akhirnya melapor ke pihak kepolisian hingga berujung ke persidangan. Sebagai tindakan protes atas kekerasan yang menimpa anaknya, Suhardjito,46, ayah kandung korban melakukan demo tunggal didepan PN Kabupaten Kediri selama berhari-hari. Sang ayah sengaja menjemur diri di atas terik matahari demi mendapat keadilan bagi anaknya. (and)

Follow Untuk Berita Up to Date