Manfaatkan Limbah Akar Jati Jadi Karya Bernilai Tinggi

Blitar, koranmemo.com – Pohon jati sudah menjadi idaman pengrajin kayu karena serat serta ketahanan yang dimilikinya. Inilah yang menjadi bidikan pengrajin muda asal Desa Sumberringin Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Tekadnya menjadi seorang pengrajin sudah muncul sejak dia lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Rumah Angga Setiawan penuh dengan bongkahan akar pohon jati. Rumah yang baru jadi itu adalah hasil jerih payah pria berusia 26 tahun itu menggeluti dunia kerajinan kayu yang sudah Ia mulai sejak pertengahan tahun 2009.Di depan rumahnya itulah, tangan ayah satu anak ini tidak berhenti memahat akar pohon jati. Pola bongkahan akar itu sudah mulai terlihat seperti kepala naga. Itu adalah patung pesanan dari salah seorang kolektor di Surabaya.

“Ini membuat patung naga dari akar pohon jati. Semua yang saya buat adalah patung hewan, seperti naga, singa, ikan hias, tapi tergantung pesanan juga,” kata Angga sambil fokus pada pahatan patung, Jumat (25/10).

Patung naga itu harus selesai akhir bulan ini. Peralatan sederhana, seperti palu, besi pipih (penguku) dengan sabar membuat detil – detil kecil sebagai bagian dari hiasan patung kepala naga. “Karena harus segera selesai saya bawa teman untuk membuat detil – detil kecil membuat seperti bulu,” katanya.

Angga mengaku memilih akar pohon jati karena bahannya yang mudah ditemukan. Selain itu bahannya memang kuat dan tahan lama. Namun mengerjakan akar pohon lainnya Ia tetap melayani sesuai dengan pesanan.

“Tapi kebanyakan pemesan minta yang akar pohon jati. Seratnya juga bagus buat hiasan,” kata Angga.

Akar – akar pohon jati itu dia dapatkan dari petani dari Lodoyo Blitar. Semuanya adalah limbah kayu bakar sehingga didapatkan dengan harga yang murah. Satu akar pohon jati biasanya dia beli dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. “Itu kayu bakar, daripada dibuat kayu bakar mending saya beli dengan harga yang lebih baik dibanding harga kayu bakar,” katanya.

Namun, ketika sudah berada di tangan terampil Angga. Akar pohon jati itu bisa bernilai tinggi. Harga paling murah Rp 1 juta bahkan bisa mencapai Rp 4,5 juta satu patungnya semua tergantung ukuran dan kerumitannya. Tapi semuanya tetap bisa terselesaikan dengan tangan terampil Angga.

“Semuanya dari hobi, sejak kecil sudah senang memahat. Sejak lulus SMP saya ingin lebih ahli lagi makanya saya lanjutkan ambil jurusan desain dan produksi kriya kayu saat SMK. Kecintaan saya pada dunia ini semakin bertambah dan terus ingin meningkatkan kerajinan ini,” katanya

Reporter Zayyin Multazam Sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date