Mahasiswi Jadi Korban Begal Payudara

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Kediri, menjadi korban pelecehan seksual. Korban yaitu SJ (19) asal Sidoarjo ini sementara tinggal di tempat kos wilayah Pemandian Gang VII Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dari keterangan saksi, warga Jalan Penanggungan Kelurahan Bandar Lor, Faris (23), kejadian pelecehan itu terjadi Kamis (23/1) sekitar pukul 16.45 WIB. “Lokasi kejadian adalah gang samping rumah atau depan Gang Guntur. Sore sebelum pukul 17.00 WIB, saya mendengar suara teriakan dari samping rumah (gang),” jelasnya, Jumat (24/1).

Faris mengira teriakan seorang wanita adalah ibunya, kemudian dia bergegas ke luar rumah dan menghampiri sumber suara. Ternyata, di depan gang ada seorang perempuan yang tidak lain adalah korban. Kondisi korban saat itu pucat dengan raut wajah masih shock (kaget). Sebisa mungkin Faris menanyakan kejadian yang menimpa korban.

Akhirnya, korban memberanikan diri untuk bercerita. “Katanya, mbak-mbak itu jogging dan mengarah masuk ke dalam gang. Baru sekitar 10 meter, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengendarai sepeda motor memegang bagian tubuhnya. Saat itu, dia (korban) belum menjelaskan bagian mana yang dipegang, tapi bilang kalau sempat dilecehkan,” tuturnya.

Akhirnya, Faris bersama ibunya mengantar korban ke pihak RT. Kepada Sutanto (62) sekretaris RT 32 RW 07 Kelurahan Bandar Lor, korban menceritakan kejadian yang menimpa dirinya. Ternyata, laki-laki tk dikenal itu memegang bagian dada. “Sempat dikejar, tapi pelaku yang menggunakan sepeda motor honda supra berhasil melarikan diri,” ucap Sutanto.

Seingat korban, kata Sutanto, pelaku segera melarikan diri di Jalan Penanggungan ke arah selatan. Mendengar cerita tersebut, Sutanto mencoba memeriksa lokasi kejadian. Beruntung, di salah satu rumah warga terpasang kamera pengawas (CCTV). “Kata pemilik rumah, kejadian itu terekam kamera. Tapi saat ini masih belum bisa diambil rekamannya,” imbuhnya.

Sutanto mengatakan, korban akan didampingi untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Korban juga masih mengingat ciri-ciri pelaku, namun tidak ingat nomor polisi (nopol) kendaraan honda supra yang digunakan pelaku. Pihak RT dan warga juga segera melakukan musyawarah untuk meningkatkan keamanan di lingkungan tersebut.

Karena, lanjutnya, di RT 32/07 banyak terdapat tempat kos yang mayoritas penghuninya adalah perempuan (mahasiswi). “Kami juga mengimbau kepada penghuni kos, supaya tidak ke luar sendirian, terutama pada malam hari. Jika terpaksa pulang malam, sebisa mungkin mencari jalan yang ramai,” katanya.

Dari pantauan Koranmemo.com di lokasi kejadian, kondisi gang memang sepi dan dikit oleh tembok rumah atau tempat kos sehingga warga tidak bisa mengetahui siapa yang melintas di gang tersebut. Selain itu, pengendara maupun warga, jarang yang melintas di Gang dan cenderung sepi.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date