Macet Diperlintasan, Disambar KA

Share this :

Kediri, Koran Memo – Tragedi maut nyaris merenggut nyawa keluarga Andik Estrada (32) warga Jl Hidrogen No 5 Kampung Baru Desa Sidodadi Kecamatan/Kabupaten Probolinggo. Saat mobil Toyota Avanza yang dikendarainya dihantam Kereta Api (KA) di Perlintasan KA Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Minggu(10/5) pukul 15.30.

Kondisi mobil di TKP dan petugas melakukan olah TKP di Perlintasan Kereta Api Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih(memo/bakti)
Kondisi mobil di TKP dan petugas melakukan olah TKP di Perlintasan Kereta Api Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih(memo/bakti)

Mobil Dhaihatsu Avanza N 760 NG dikemudikan Andik Estrada(32) karyawan BUMN Jl Hidrogen No 5 Kampung Baru Desa Sidodadi Kecamatan/Kabupaten Probolinggo.

Toyota Avanza N 760 NG dikemudikan Andik berpenumpang empat orang tersebut dihantam Kereta Api Rapih Dhaha jurusan Blitar – Surabaya nomor lambung 445 dengan masinis Agus Sunarko(40) warga Blitar. Meskipun idak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun mobil Avanza mengalami kerusakan berat dengan kondisi bagian depan ringsek. Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih dan berkoordinasi dengan Unit Laka Sat Lantas Polres Kediri.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Kus Sumardi melalui Kasi Humas Aiptu Untung Margono menyatakan kecelakaan terjadi saat mobil Avanza hendak melintas di perlintasan kereta api yang sebenarnya terdapat palang pintu namun saat itu tidak berfungsi.

. ”Namun saat itu mesin tiba-tiba macet diatas rel dan langsung dihantam Kereta Rapih Dhaha,” jelasnya.

Mobil berpenumpang empat orang diantara Soifah (30) istri Andik, Mohamad Aska Saputra (4), Namira Aisyah Putri (7 bulan) dan Iin Suryanti (22) seorang kerabat Andik warga Dusun Badal Nambangan Desa Badal Ngadiluwih melaju dari arah Timur ke Barat dan berjalan pelan karena melintas perlintasan kereta api.

Andik yang tidak mengetahui bahwa palang pintu di perlintasan tersebut tidak berfungsi, tanpa ragu-ragu melintas begitu saja. Tanpa disadari dari arah selatan, KA Rapih Dhaha jurusan Blitar – Surabaya sudah mendekat, saat itulah tiba-tiba mesin mobil mati seketika, dan akhirnya kereta langsung menghantam bagian depan mobil hingga ringsek.

Benturan keras tersebut mengakibatkan bodi depan mobil rusak berat. Beruntung mobil tidak lagi terlempar ke sawah karena ada pagar besi di sisi Utara perlintasan KA. Sehingga penumpang terjepit didalam mobil panik.

Sementara Sudarsono (50) warga tokoh masyarakat Desa Rembang menjelaskan, dirinya bersama masyarakat langsung mengevakuasi ke lima penumpang dan diamankan di rumah warga tidak jauh dari TKP.

“Kejadian begitu cepat dan benturan itu terdengar keras hingga kami bersama-sama mengeluarkan penumpang dari dalam mobil. Selanjutnya mobil kami angkat bersama-sama agar tidak menghalangi jalan. Setahu saya kondisi lima orang didalamnya selamat namun masih shok.Kami segera lapor ke Polsek Ngadiluwih,” katanya.

Petugas Polsek Ngadiluwih dan Unit Laka Sat Lantas Polres Kediri yang datang, langsung mengamankan korban dan mengantarkan korban ke rumah kerabatnya di Dusun Badal Nambangan Desa Badal Ngadiluwih. Anggota keluarga korban menolak berkomentar karena masih syok.

Sampai sejauh ini mobil Avanza warna krem tersebut diamankan di Polsek Ngadiluwih untuk penyidikan lebih lanjut.”Kami berharap kepada pengendara untuk berhati-hati jika melintas di perlintasan Kereta Api. Tengok kanan kiri sebelum melintas agar selamat sampai tujuan,” imbuhnya.(bak)