Mabuk di Pesta Pernikahan, Adik Ipar Dipukuli

Sidoarjo, koranmemo.com – Ingin hati melerai pertengkaran saudaranya sendiri, tapi apes, ia malah jadi sasaran pemukulan. Peristiwi itu dialami Aris, (29) warga Dusun Kedungkampil, RT 4/RW 3, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Aris mengalami luka robek akibat pukulan tersebut.

Adalah Abd. Kodir yang juga warga setempat harus mendekam di sel Mapolsek Porong. Ia diringkus polisi lantaran memukul Aris. Pria 40 tahun itu diketahui juga masih kerabat korban.Kejadian bermula saat pesta pernikahan di Perum Renojoyo Blok E, Desa Kedungsolo Kecamatan Porong, Sidoarjo. Aris tinggal sekampung dengan tersangka dan tak lain adalah ipar dari tersangka.

Mulanya, korban saat itu sedang menjadi penerima tamu di pesta pernikahan tersebut. Tak lama berselang, tersangka juga datang ke lokasi pesta pernikahan itu.

Di tempat itu, tersangka memukuli keponakan korban. Dipinggir terop. “Korban mendatangi tersangka dan berusaha melerai,” terang Panit Reskrim Polsek Porong Aiptu Asnan, Jumat (6/9)

Sialnya, Aris malah dipukul tersangka menggunakan tangan kosong mengenai kepala belakang. Aris juga mengalami luka robek akibat pukulan tersebut.

Tidak terima dengan ulah itu, Aris melaporkan Abd Kodir ke Mapolsek Porong. Berbekal laporan itu, unit Reskrim Polsek Porong langsung bergerak dan mengamankan tersangka.

Di hadapan penyidik, tersangka mengakui jika merasa bersalah atas aksi pemukulan itu. Mulanya ia memang mencari orang di lokasi pesta pernikahan tersebut. “Punya masalah kecil,” terang Abd Kodir saat ditemui di Mapolsek Porong.

Namun karena emosi dilerai, tersangka juga melayangkan pukulan kepada Aris. Disamping itu, pria yang punya istri yang hendak melahirkan itu juga mengaku dalam pengaruh minuman keras. “Usai minum empat putaran,” aku Abd Kodir.

Kini iapun harus mendekam di balik jeruji penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Dalam kesempatan itu Kapolsek Porong Kompol Wagiyo juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari minuman keras. Pasalnya minuman haram itu dapat membuat orang tidak sadar, sehingga banyak salah dalam mengambil tindakan.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date