Lupercalia, Legenda Lain Hari Valentine

Share this :

Koranmemo.com – Lupercalia adalah suatu prosesi penyembahan yang dilakukan setiap tahun pada bulan Februari oleh masyarakat romawi. Sebagian orang menduga jika prosesi itu merupakan asal mula dari perayaan hari Valentine yang masih dirayakan hingga saat ini meski sudah berbeda cara merayakannya.

Berbeda dengan cerita yang menganggap hari Valentine merupakan peringatakan terhadap pendeta bernama Valentine atau Valentinus yang dihukum mati oleh Kaisar Claudius II. Prosesi penyembahan Lupercalia merupakan upacara berdarah, yang penuh kekerasan terhadap hewan, dan perjodohan secara acak yang dimaksudkan untuk menangkal roh jahat dan kemandulan.

Tidak ada yang tahu bagaimana awal mula adanya upacara Lupercalia, namun penulusuran hingga abad ke-6 sebelum masehi mendapati suatu legenda romawi yang diduga merupakan asal dari upacara ini. Berdasarkan legenda itu, Raja Alba Longa, Amulius memerintahkan untuk menenggelamkan keponakan kembarnya, Romulus dan Remus di sungai Tiber.

Seorang pelayan yang diberi perintah untuk menenggelamkan Romulus dan Remus merasa kasihan dan menaruhnya pada suatu keranjang untuk dihanyutkan ketimbang menenggelamkannya. Kedua anak kembar itu hanyut sampai hilir sungai dan ditemukan oleh seekor serigala betina yang akhirnya merawat mereka.

Romulus dan Remus kemudian diadopsi oleh sebuah keluarga penggembala hingga dewasa. Mereka tumbuh dewasa dengan sehat dan mulai belajar berdagang dengan ayah angkat mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka menyadari asal-usul mereka dan mengetahui jika paman mereka sendiri yang menginginkan mereka mati.

Kemarahan dari saudara kembar itu tidak terelakkan, mereka menyusun rencana hingga akhirnya bisa membunuh Amulius untuk membalaskan dendamnya. Setelah berhasil membunuh Amulius mereka juga berhasil menemukan gua serigala betina yang pernah merawat mereka, mereka menamainya dengan Lupercal. Sehingga Lupercalia diperkirakan dilakukan untuk menghormati serigala betina itu dan untuk menyenangkan dewa kesuburan romawi, Lupercus.

Dilansir dari History, Lupercalia akan dipimpin oleh Luperci, sebuah ordo dari pendeta Romawi. Mereka akan memulainya dengan berkumpul di gua suci Lupercal, di Bukit Palatine dan dilanjutkan di Comitium, lapangan tempat berkumpul warga romawi.

Para Luperci akan menyembelih seekor kambing dan seekor anjing sebagai persembahan, kambing sebagai perlambang kesuburan dan anjing melambangkan pemurnian. Luperci kemudian akan memisahkan kulit kambing menjadi potongan-potongan dan mencelupkannya ke darah dari hewan persembahan itu.

Kulit yang sudah berlumur darah itu dibawa oleh para Luperci yang telanjang atau hampir telanjang dan mengoleskannya kepada tanaman dan para wanita yang telah berkumpul di Comitium. Para wanita akan dengan senang hati menerima olesan darah itu dan berharap agar mereka dihindarkan dari kemandulan. Prosesi ini akan diakhiri dengan perjodohan secara acak, para wanita akan menaruh namanya pada sebuah tempat dan secara acak para pria akan mengambilnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya