LSM : “Dinas PUPR Bisa Dipidanakan”

Dugaan Penyerobotan Tanah Proyek Jembatan Rejoto

Mojokerto, koranmemo.com –  Proyek pembangunan Jembatan Rejoto telah tuntas dan resmi dioperasikan Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (23/1). Namun, tuntasnya proyek itu masih menyisakan berbagai persoalan. Diantaranya dugaan penyerobatan tanah.

Dugaan penyerobotan tanah warga dalam proyek pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Pulorejo dan Blooto di Kecamatan Prajurit Kulon, mendapat perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparancy and Transportation Community (TC) Jawa Timur. Pembina LSM TC, Joko Fatah Rachim berpendapat, jika dalam proyek senilai Rp 40,2 miliar memang benar ada penyerobotan tanah warga, patut dipertanyakan bagaimana awal perencanaannya. “Sejak awal bagaimana perencanan dan konsultan pengawasnya. Kok bisa ada itu (penyerobotan tanah),” kata Joko Fatah kepada Koran Memo melalui ponselnya, Selasa (24/1).

Dia menambahkan, jika memang  fakta penyerobotan benar adanya, maka Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto bisa dipidanakan. “Kalau benar menyerobot tanah warga, PU (Dinas PUPR) bisa dipidanakan,” tandasnya.

Terkait persoalan Jembatan Rejoto, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi mengaku akan memanggil pihak Dinas PU untuk mengevaluasi seluruh proyek tahun 2016 termasuk Jembatan Rejoto. “Kami akan evaluasi proyek 2016, khususnya empat mega proyek dalam waktu dekat. Kami akan panggil PU sampai di mana,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, mega proyek Jembatan Rejoto senilai Rp 40,2 miliar resmi dioperasikan Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (23/1). Namun, tuntasnya proyek itu masih menyisakan berbagai persoalan. Diantaranya dugaan penyerobatan tanah.

Akhiyat, warga Lingkungan Balongkrai Kelurahan Pulorejo mengaku kehilangan tanah seluas 260 meter persegi. Lahan miliknya yang semula sebagai akses ke pemakaman umum itu tiba-tiba dibanguni jalan selebar 6 meter menuju ke Jembatan Rejoto tanpa pemberitahuan maupun ganti rugi. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date