Lontong Cap Go Meh, Salah Satu Kuliner Diburu Waktu Imlek

Blitar, koranmemo.com – Berbagai perayaan imlek terus dilakukan oleh warga keturunan Tionghua di Blitar. Setelah doa bersama perayaan Imlek pada 25 Januari 2020 lalu, warga keturunan tionghua di Blitar kembali merayakan cap go meh. Pada peringatan ini menu kuliner adalah lontong cap go meh menjadi menu yang paling diburu warga.

Menu kuliner satu ini muncul di abad ke-19, saat kolonial Belanda tepatnya di tengah masyarakat Semarang. Namun, tidak harus jauh-jauh untuk mencicipi lontong cap go meh. Di Blitar, Jawa Timur, terdapat salah satu rumah makan yang menjual menu lontong cap go meh.

Warung makan tersebut adalah rumah makan Sri Rejeki yang terletak di Jalan Mawar no 45, Blitar. Rumah makan lontong cap go meh Sri Rejeki sangat sederhana. Dengan ukuran ruangan kurang lebih 4 × 6 meter, rumah makan Sri Rejeki ini selalu ramai didatangi pengunjung.
“Silakan, ada lontong cap go meh,” ungkap Tanti, pemilik rumah makan Sri Rejeki.

Tanti mengungkapkan setiap imlek seperti saat ini, menu lontong cap go meh menjadi menu yang diburu warga keturunan Tionghua. Jika dibandingkan dengan hari biasanya, Tanti bisa menjual 2 hingga 3 kali lipat lontong cap go meh.

Bagi warga keturunan Tionghua, lontong cap gomeh merupakan menu utama perayaan imlek. Seperti halnya ketupat opor yang menjadi menu utama umat muslim yang merayakan hari raya idul fitri. Untuk satu porsi lontok cap gomeh, Tanti membandrol harga Rp 15.000 per porsi.

Dalam satu porsi lontong cap go meh ada lontong, sayur bambu muda, suwiran ayam opor, dan di. Porsi ini dibanderol Rp 45 ribu. Kenikmatan semakin terasa dan menggugah selera dengan aroma bubuk kelapa dan bubuk kedelai yang ditaburkan di atas lontong cap go meh. “Cap go meh selalu dirayakan saat bulan purnama, karena dianggap bulan berkah,” ungkapnya.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date