Longsor Terjang Trenggalek, 6 RT Terisolir

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Bencana tanah longsor kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek. Akibatnya beberapa rumah warga mengalami kerusakan mulai dari tingkat ringan, sedang hingga parah. Bahkan longsor yang terjadi akibat tingginya  curah hujan menutup sebagian akses jalan sehingga membuat warga terisolir. Sebab akses tersebut menjadi setra perekonomian warga.

Informasi yang dihimpun, mencatat setidaknya terdapat empat desa di Kecamatan Panggul dan Dongko terdampak bencana longsor pada Sabtu (16/3), pasca diguyur hujan sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Longsor juga terjadi pada Minggu (17/3) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. “Berdasarkan data Pusdalops BPBD Trenggalek beberapa wilayah terdampak longsor,” kata Triadi Atmono, Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Trenggalek, Minggu (17/3).

Tiga desa di Kecamatan Panggul yang terdampak longsor diantaranya, Desa Depok, Desa Tangkil dan Kertosono. Material longsor, lanjut Triadi mengakibatkan rumah Jemani (55) dan Jaiman (50) di Desa Depok mengalami kerusakan. “Rumah Bapak Jemani, dinding kamarnya jebol akibat longsor. Di Desa Tangkil, material longsor menutup jalan di RT 07/RW 03 di Dusun Belangan dan di RT 28/RW 08 Dusun Belangan menutup akses jalan menuju Desa Depok,” jelasnya.

Sementara di Kecamatan Dongko, lanjut Triadi akses jalan di RT 62/RW 14 Dusun Ngandong Desa Siki terputus akibat tertutup material longsor setinggi 35 meter sehingga mengakibatkan sejumlah warga terisolir. Selain mengakibatkan sebanyak enam RT dari RT 56 hingga RT 62, material longsor juga menutup akses jalan dari Dusun Ngandong menuju Desa Joho di Kecamatan Pule. “Jalan dari Dusun Ngandong ke Desa Joho lumpuh total,” kata Triadi.

Warga yang terisolir di enam RT itu apabila ingin ke Kecamatan Dongko harus melalui jalur alternatif dan jalan tembus di Dusun Senuli Desa Siki sehingga lebih jauh. Rupanya, tanah longsor juga berdampak pada sebuah rumah milik Kadiyah (63) di RT 63/RW 14, tepatnya di Dusun Ngandong Desa Siki. “Tebing setinggi 25 meter longsor dan berdampak pada rumah warga,” jelasnya.

Hingga saat ini, Triadi menyebut sebagian material longsor telah dievakuasi petugas gabungan. Namun beberapa diantaranya belum bisa dievakuasi karena pertimbangan medan dan pergerakan tanah yang masih labil. Dia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perbukitan untuk lebih waspada mengingat cuaca masih ekstrim. “Warga yang bertempat tinggal di kawasan perbukitan harap hati-hati dan waspada mengingat cuaca ekstrim saat ini,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi BMKG Juanda Surabaya memberikan peringatan dini tiga harian di Jawa Timur akan cuaca ekstrim yang terjadi sejak 17 hingga 19 Maret. Dalam prakiraan cuaca tersebut, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprediksikan bakal terjadi di Kabupaten Trenggalek pada 18 Maret malam. Tak hanya Kabupaten Trenggalek, dalam rilis tersebut beberapa kabupaten atau kota di Jawa Timur hingga Madura diperkirakan bakal terdampak cuaca ekstrim.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu