LKHP  Kritisi Pengisian 12 Jabatan

Nganjuk,  koranmemo.com – Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat baru saja melakukan pelantikan posisi 12 jabatan pratama eselon II di lingkup Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Langkah yang diambil itu rupanya menuai kritikan lantaran pansel (panitia seleksi) yang dibentuk dinilai kurang cermat.

Lembaga Kajian Hukum dan Perburuhan (LKHP) Indonesia, Wahju Prijo Djatmiko mengatakan, pengisian jabatan pada 12 OPD di Pemkab Nganjuk dirasa kurang memenuhi asas the right man in the right position (orang yang tepat di posisi yang tepat). Di samping itu, juga dirasa kurang memenuhi tuntutan kebutuhan OPD dalam masa mendatang.

“Persyaratan yang digunakan untuk menjaring kandidat guna menduduki jabatan pratama disinyalir sangat bersifat umum, sehingga semua calon dengan kriteria yang standar pun akhirnya bisa mendaftar dan terpilih menjadi pejabat eselon II yang telah dilantik bupati kemarin,” ungkapnya Rabu (19/6).

Pihaknya sangat menyayangkan kekurangcermatan panitia seleksi dalam mendapatkan pejabat yang nantinya diharapkan mumpuni dalam menjawab tantangan kebutuhan zaman dan melayani kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

“Mestinya, pengisian jabatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah akan berbeda materi tes dan wawancara dengan jabatan OPD Dinas Sosial. Demikian juga untuk Badan Kepegawaian Daerah tentunya materi tes dan wawancaranya berbeda dengan OPD Dinas Pertanian,” paparnya.

Ia berpendapat, seharusnya panitia seleksi mendayagunakan potensi dunia akademik dan profesi keahlian yang lain, sehingga materi tes dan wawancara yang diberikan oleh panitia seleksi akan lebih komprehensif mengarah untuk mendapatkan calon pejabat yang sesuai dengan tupoksi OPD, serta menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Namun kalau materi tesnya sama dan hanya menyangkut soal masalah pengetahuan bela negara, Pancasila, maka hal tersebut kurang bisa mendapatkan calon dengan level kompetensi yang sesuai dengan kultur OPD yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Novi dalam wawancara sebelumnya menyampaikan jika pelantikan ini untuk memenuhi kebutuhan pada setiap instansi yang posisinya masih kosong. Ia menandaskan agar para pejabat yang baru dilantik dalam mengisi jabatan nanti tidak melanggar aturan dan kode  etik sesuai dengan sumpah yang baru saja diucap.

Untuk diketahui, Bupati Novi baru saja melakukan pelantikan pejabat eselon II di lingkup Pemkab Nganjuk pada, Selasa (19/6) malam, di Pendopo Pemkab setempat. Adapun para pejabat yang baru dilantik antara lain:

  1.  Judi Ernanto, S.Oi, M.m (Disperta)
  2. Slamet Basuki, A.P (Diskominfo)
  3. Suharono,S.Sos, M.M (Ass. Adm. Umum)
  4. Samsul Huda, SH. M.H (Staf Ahli Bid Hukum &Politik)
  5. Ir. Muslim Harsoyo (Staf Ahli Bid. Ekonomi, Keuangan, Pembangunan)
  6. Nafhan Tohawi, S.H. M.H (Dinas Sosial dan PPPA)
  7. Kartimah, S.E, M.Si (BPKAD)
  8.  Agus Frihannedy, S.Pd, m.Si (Disnakerkop dan UM)
  9. Tri Wahju Kuntjoro, S.Sos, M.M (Dinas LH)
  10. Haris Jatmiko, S.Pd, M.Si (Dinas PMD)
  11. Dr. Sopingi, A.P, M. M (BKD)
  12. Drs. Adam Muharto (Bappeda)

Reporter : Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date