Lima Pejudi Bola Orang Diringkus

Share this :
pejudi bola yang berhasil diringkus polisi (memo/agung)
pejudi bola yang berhasil diringkus polisi (memo/agung)

Kediri, Memo- Praktik perjudian bola kembali berhasil diungkap anggota Satuan Reserse Kriminal (Satresrim) Polres Kediri, Senin (23/6) malam. Dalam pengungkapan ini, lima orang berhasil dibekuk antara lain Awim Mahfudi (35) penjual bunga hias, warga Dusun Ngrajek Desa Silir Kecamatan Wates, Sundari (30) pekerja serabutan, warga Desa Sumberagung Kecamatan Wates, Efendi (35) pekerja serabutan, warga Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren, Dadang (32) tenaga kontrak puskesmas, warga Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren, serta Wirawan (30) pekerja serabutan, warga Desa Sumberagung Kecamatan Wates.

 

Informasi yang diperoleh Memo, pengungkapan judi bola ini dilakukan bermula dari keberhasilan pengungkapan sebelumnya. Dimana beberapa masyarakat yang kurang bertanggung jawab, memanfaatkan pergelaran sepak bola piala dunia yang sedang berlangsung, untuk berjudi bola.

 

Dari situ polisi melakukan penyelidikan terhadap orang yang dicurigai terlibat dalam perjudian itu. Hasil dari penyelidikan, diketahuiada tranksi judi bola dirumah orang bernama Sundari. Seketika itu, polisi mendekati rumah dimaksud, dan mengamati kegiatannya.

 

Setelah diyakini orang yang berada dirumah melakukan praktik perjudian, polisi seketika melakukan penggrebekan. Ketika digrebek, Sundari dan Wirawan sedang melakukan transaksi judi bola. Keduanya langsung diinterogasi oleh polisi. Tersangka Sundari mengaku sebagai anggota jaringan orang bernama Awim. Selanjutnya polisi bergerak melakukan penangkapan terhadap Awim dirumahnya.

 

Dari keterangan Awim, diketahui jika anggota jaringannya masih menyisakan beberapa orang lagi. Kemudian polisi meneruskan perburuan terhadap orang yang terlibat judi bola dan selanjutnya berhasil menangkap Danang ketika berada di sekitaran Pasar Centong, serta Efendi, ketika sedang berada di warung dekat rumahnya.

 

Dari penangkapan kelimanya, polisi berhasil mengamankan barang bukti 5 buah Hp berbagai merk yang didalamnya berisi sms perjudian, uang tunai total sebesar Rp 1.237 juta, sebuah buku catatan tombokan, serta sebuah Bolpoin.

 

Selanjutnya, kelima tersangka beserta barang bukti perjudian dibawa ke Mapolres Kediri untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui dalam jaringan ini tersangka Awim berperan sebagai pengepul. Sedangkan tersangka Sundari, Efendi, Dadang merupakan anak buah dari Awim, yang bertugas mengumpulkan tombokan. Sementara Wirawan, diketahui berperan sebagai penombok.

 

Perolehan omzet tersangka Awim, Sundari, Efendi, serta Dadang, bisa dikatakan lumayan besar. Rata-rata mereka mampu mengumpulkan omzet Rp 500.000 hingga Rp 900.000. Pola yang dilakukan jaringan ini juga sangat rapi. Mereka menerapkan jadwal setor setiap hari Selasa dan Jumat, dan kesemuanya bermuara ke seorang bandar yang kini sedang dalam pencarian polisi.

 

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Edi Herwiyanto, terkait pengungkapan judi bola ini mengatakan jika pihaknya terus berupaya memberantas segala bentuk perjudian. “Terkadang momen seperti ini (piala dunia, red) dimanfatkan untuk berjudi. Maka dari itu anggota lapangan terus mengawasi penyimpangan ini, dan akan melakukan penangkapan seperti yang dilakukan kepada lima orang itu. Proses hukum selanjutnya, mereka dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” ujar AKP Edi. (gung)