Lepas Barang Bukti Ribuan Benur Lobster

Share this :

Tersangka Masih DPO

Tulungagung, koranmemo.com – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung, Kamis (5/6) melepaskan 8.850 ekor benur/baby lobster jenis pasir dan mutiara di teluk Pantai Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki, yang merupakan hasil dari operasi gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Tulungagung.

Dalam pelepasan barang bukti tersebut, juga dihadiri oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Dinas Perikanan, dan Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Pantai Popoh.

“Ya kami lepaskan sejumlah barang bukti benur atau baby lobster dengan tujuan konservasi,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon melalui Kanit Pidana Khusus (Pidsus), Iptu Ipung Herianto usai pelepasan benur.

Dikatakan, barang bukti benur lobster ini merupakan hasil sitaan dari salah satu pelaku EY (55) warga Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Saat ini EY masuk dalam DPO Polres Tulungagung,” tegasnya.

Kanit Pidsus menuturkan, terungkapnya kasus ini berdasarkan pengembangan dari Polda Metro Jaya, yang mengejar salah satu buronan dengan kasus yang sama, yakni dengan pelaku Edy Susanto alias Phocen asal Bayuwangi, Jawa Timur, yang bersembunyi dirumah EY di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat.

Namun saat penggerebekan, petugas hanya menemukan Edi alias phocen, sedangkan EY tidak berada di tempat. Selain menangkap Edi, petugas juga menemukan penampungan benur lobster di rumah EY.“Edy alias Phocen setelah tertangkap langsung di bawa ke Jakarta. Sedangkan untuk EY masih DPO dan kasus ditangani oleh Satreskrim Polres Tulungagung,” jelasnya. (den/jb)