LBM PCNU Kabupaten Madiun Sosialisasikan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Tata cara pemulasaran jenazah Covid-19 disosialisasikan kepada masyarakat di Kabupaten Madiun. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan Lembaga Bahtsul Masail Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU) Kabupaten Madiun di Masjid Agung Quba Pemkab Madiun, Kamis (15/10).

“Sosialisasi tersebut agar jenazah mendapatkan haknya sesuai syariat Islam mulai dari dimandikan, dikafani, disholatkan hingga dikebumikan,” kata Ketua LBM PCNU Kabupaten Madiun Ahmad Walid Fauzi.

Dalam syarat menguburkan, jelasnya, jenazah harus menghadap ke kiblat, kecuali dalam keadaan darurat saking banyaknya jenazah sehingga petugas tidak memungkinkan mengubur satu persatu.

“Maka dalam memasukkan peti diusahakan jenazah menghadap kiblat bukan terlentang. Yang lebih tragis, ada video jenazah dari tandu langsung dijatuhkan begitu saja ke liang lahat itu sangat menyedihkan karena hak jenazah tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Baca Juga: Target Investasi di Kabupaten Madiun Baru Tercapai Rp 350 Miliar

Walid juga menekankan jika jenazah baik covid maupun tidak harus dimandikan, kecuali dalam keadaan tertentu saja yang sangat tidak memungkinkan boleh tidak dimandikan.

Cara pemandian pun sama dengan jenazah biasa, hanya saja yang membedakan petugas harus ber APD lengkap. Kemudian saat mengkafani harus dilapisi empat lembar plastik dua di dalam kafan. Dan dua diluar dan masing-masing plastik harus disegel untuk menghindari adanya cairan dari jenazah yang keluar.

“Harapannya ini bukanlah tolak ukur satu-satunya tapi bisa menjadi perbandingan dari kami, masukan yang bisa diambil dan diserap sebagai acuan introspeksi mereka yang kurang pas secara syariat Islam,” bebernya.

Baca Juga: Sungai Bengawan Solo di Ngawi Tercemar, Ini Upaya DLH

Sementara, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Amam Santosa mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini pelajaran, apa yang dilakukan oleh LBM PCNU Kabupaten Madiun ini sangat bagus. Harapan saya ini ada tindak lanjut sampai ke pemerintah desa sehingga semua masyarakat paham,” ujarnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya