Lapas Sidoarjo Tepis Isu Pungli dan Praktik Jual Beli Kamar

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Sidoarjo terus melakukan sosialisasi kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) terkait persiapan menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Pelayanan maksimal, tidak adanya peredaran handphone, anti pungutan liar (pungli),  dan peredaran Narkoba atau ‘Zero HALINAR’ di dalam Lapas menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.

“Handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar, red) adalah pelanggaran berat,” terang Andik Dwi Saputro Kasi Kamtib (keamanan dan Ketertiban) dalam acara sosialisasi persiapan menuju wilayah bebas korupsi di lapas klas IIA Sidoarjo, Senin (08/04/2019).

Dikatakan lebih jauh oleh Andik, sapaan akrabnya, bagi WBP yang kedapatan melanggar aturan tersebut akan diberikan sanksi hukuman sel selama 6 hari atau bisa ditambah selama12 hari. “Tidak hanya itu, WBP juga tidak akan kita berikan jam kunjungan hingga tidak diberikan remisi atau pengurusan PB,” tambah Andik.

Untuk melakukan penertiban kepada para WBP, pihaknya juga rutin menggelar razia setiap kamar yang ada di Lapas Sidoarjo. Kegiatan rutin digelar sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu juga ada kegiatan razia isidentil.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Adi Wibowo selaku Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas II A Sidoarjo dengan tegas menyatakan jika saat ini tidak ada praktik jual beli kamar seperti yang dikabarkan, apalagi uang pungutan kepada WBP yang ada di dalam Lapas dimana tempatnya bekerja.

“Saya tegaskan praktik jual beli kamar dan pungutan liar tidak pernah ada disini (Lapas, red). Kami akan berikan sanksi tegas kepada oknum yang melanggarnya,” beber Andik.

Pihaknya juga memberikan perintah kepada sejumlah petugas pendamping (tamping) agar tidak memanfaatkan kepercayaan dan menyalahgunakan wewenang yang diberikan oleh petugas.

Kedepan, Lapas yang berada di sekitar Alun-alun Sidoarjo itu akan menjalankan program uang elektronik. Program itu diakuinya untuk mengantisipasi segala bentuk pungutan liar di Lapas Klas II A Sidoarjo.

“Salah satu program persiapam menuju Wilayah Bebas Korupsi. Nantinya, kami akan melakukan transaksi belanja dan lain sebagainya dengan uang elektronik. Rencananya, bekerjasama dengan pihak Bank,” sebut Andik.

Disisi lain, Abdilah munir menyebut jika selama dipercaya menjadi salah satu tamping KPLP di Lapas Klas IIA Sidoarjo tidak pernah melakukan atau bahkan disuruh petugas untuk meminta uang sebagai biaya sewa kamar.

“Selama seseorang menjalani proses tahanan hingga menjadi narapidana tidak ada pungutan atau uang kamar sama sekali. Jika ada kabar pungutan biaya kamar, tidak benar itu,” ungkap narapidana kasus Narkoba itu.

Lapas Sidoarjo yang berada di pusat kota Delta Sidoarjo. Di dalamnya terdapat 43 kamar, masing-masing diantaranya blok A berjumlah 18 kamar, Blok B berjumlah 14 kamar, Blok W (wanita) berjumlah 3 kamar, dan sel A dan B berjumlah 8 kamar.

Kamar-kamar tersebut dihuni oleh narapidana kasus pidana namum, pidana khusus, teroris dan narkoba. Saat ini Lapas Klas II A Sidoarjo mengalami overload. Ada seribu lebih WBP berada di tanah seluas 1,5 hektar tersebut. Sejatinya hanya untuk 350 penghuni.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu