Lapas Mulai Terapkan Virtual Account

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Kementrian Hukum dan Ham khususnya Ditjen Pemasyarakatan berangsur mulai mewujudkan layanan perbankan berupa layanan cashless virtual account di Lembaga Pemasyarakatan.

Diantaranya, dengan agenda hari ini, Jum’at (14/12) pagi, pihak Lapas kelas II B Lamongan menggelar penandatanganan perjanjian kerjasama dengan BNI cabang Gresik, dan Koperasi Rutan Lamongan.

Kegiatan ini merupakan salah satu tujuan dari kementerian Hukum dan HAM khususnya Ditjen pemasyarakatan untuk mengendalikan proses peredaran uang tunai di Lapas.

Iqnatius Gunaidi selaku Kalapas dalam penjelasannya dihadapan warga binaan mengatakan bahwa sistem virtual account dari BNI ini merupakan cara pembayaran belanja kebutuhan WBP di koperasi Lapas tanpa menggunakan transaksi uang cash.

Hal itu, tambah dia, sudah sesuai dengan instruksi dari Ditjen Pemasyarakatan tentang Bebas Peredaran Uang (BPU) di Lapas. Disebutkan pula terkait pemberlakuan sistem ini merupakan pengganti  dari yang sebelumnya yaitu menggunakan transaksi dengan kartu Brizzi dari BRI.

“Kegiatan semacam ini akan terus ditingkatan guna terciptanya koordinasi yang baik, saling bersinergi dalam mewujudkan tujuan Lapas yang bebas dari peredaran uang. Dan semakin meningkat pelayanan terhadap WBP,” terangnya.

Usai memberi penjelasan, prosesi penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kalapas, Ignatius Gunaidi, Pimpinan BNI cabang Gresik, Renalwin Sitorus dan Ketua Koperasi Lapas, I Nyoman Yadnya langsung dilakukan dengan dilanjutkan pemberian plakat dari BNI kepada pihak Lapas Lamongan.

Tak hanya itu, para pimpinan lembaga yang hadir saat itu sekaligus menyaksikan secara langsung beberapa warga binaan melakukan trial transaksi pembelian barang di koperasi Lapas Lamongan.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu