Lama Terapkan Pembelajaran Daring, Ini Yang Dilakukan Guru Madrasah di Kediri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Masa pandemi covid-19, orangtua mengeluhkan adanya pembelajaran daring karena menganggap perkembangan anaknya dalam pembelajaran mengalami penurunan sehingga hampir semua madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Kediri melakukan pembelajaran dengan cara orangtua mendatangkan guru ke rumah secara bergantian dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Yayasan Baitul Hikmah Al Huda Desa Margo urip Kecamatan Ngancar Nurul Huda mengatakan, dalam pembelajaran dengan sistem kunjungan ini berawal dari keluhan orang tua mereka menganggap tingkat pembelajaran dengan sistem daring tidak efektif dan merasa bosan. Sedangkan siswa dan siswi yang masuk hanya dibatasi sebanyak 10 siswa dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan

“Kami sudah menyiapkan alat cuci tangan yakni hand sanitizer dan waktu pembelajaran kami batasi selama 2 jam,” katanya, jumat(20/11).

Sementara Moh. Hanif Hakim Kepala Yayasan Raden Patah Desa Jemekan Kecamatan Ringinrejo menambahkan, sebelumnya orang tua menanyakan waktu siswa masuk sekolah secara normal, namun dia masih belum bisa memberi jawaban karena situasi masih pandemi dan pemerintah belum mengizinkan.

“Kita semua berharap pemerintah bisa mengizinkan kembali tentang pembelajaran tatap muka agar anak-anak bisa berjalan secara normal,” tuturnya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor Achmad Saichu