Lahan Pengganti Tidak Sepadan

Bengkok Dijual ke Pengembang Perumahan

Magetan, Koran Memo – Kasus korupsi tanah bengkok Desa Purwosari, Kecamatan Magetan, dengan terdakwa Mantan Kepala desa ( Kades) Atok Ristyo Wilatno, masih menyisakan kekecewaan bagi warga Purwosari. Meski terdakwa telah divonis tiga tahun penjara oleh PN Tipikor Jatim tahun 2012 lalu, kerugian yang ditimbulkan oleh Mantan Kades hingga sekarang belum terselesaikan secara tuntas.

Aset Desa Purwosari kini berdiri perumahan elit. ( Norik/Koran Memo).
Aset Desa Purwosari kini berdiri perumahan elit. ( Norik/Koran Memo).

Kepala Desa Purwosari Hartono mengatakan, lokasi lahan pengganti yang diberikan oleh Atok dinilai tidak sebanding dengan tanah bengkok yang dijualnya kepada perusahaan pengembang perumahan. Padahal, lahan tersebut merupakan jatah pamong desa.

“Tidak sepadan sama sekali. Bengkok sekarang itu tidak subur, hasil panen juga sedikit selain itu aliran air juga sulit. Pokoknya strategis lokasinya”, kata Hartono, Senin (11/4).

Hartono menambahkan, lokasi lahan bengkok sebelumnya dinilai sangat strategis, selain berada di tepi jalan, kondisi tanahnya juga sangat subur. Selain itu, saluran irigasi di lahan lama juga lebih bagus dibandingkan lahan pengganti yang dinilai sangat sulit mendapatkan air. Lahan pengganti juga berlokasi di luar desa, yakni di di Desa Kebon Agung dan Desa Milang Asri, Kecamatan Magetan. “Lokasinya sekarang diluar desa Purwosari dan sangat tidak sebanding,” jelas Hartono, kepada Koran Memo.
Sebagai informasi, mantan Kades Purwosari Atok Ristyo Wilatno menjual aset tanah desa seluas 20 hektare kepada sejumlah pengembang perumahan. Dengan  rincian bengkok Kades seluas 48.500 meter persegi , bengkok Sekdes 18.650 meter persegi, bengkok Kaur  Pemerintahan seluas 9.750 meter persegi, bengkok Kaur Pembangunan  seluas 10.800 meter persegi, Bengkok Kamituwo satu seluas 11.400 meter persegi, Bengkok Kamituwo dua 10.900 meter, bengkok Kamituwo tiga 10.650 meter, bengkok Bayan satu 10.900 meter, bengkok Bayan dua 11.050 meter, bengkok bayan tiga 10.700 meter, bengkok sambong satu 3,750 meter, bengkok sambong dua 4.300 meter, bengkok modin 7.150 meter, dan bengkok jogoboyo 11.050 meter.
Atok Ristyo Wilatno, akhirnya diganjar hukuman tiga tahun penjara, serta denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Jatim. Terdakwa juga diminta  untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp 217.186.500 subsidair enam bulan kurungan. (znl/rik).

 

Follow Untuk Berita Up to Date