Lagu Sarijah Tobat Terinspirasi Penutupan Gang Dolly

Didik Kempot penyanyi campursari papan atas Indonesia.(memo/bakti)
Didik Kempot penyanyi campursari papan atas Indonesia.(memo/bakti)

*Didik Kempot, Penyanyi dan Pencipta Tembang Jawa:

Kediri, Memo- Terlahir dengan nama Didik Prasetyo. Namun penyanyi campursari kenamaan ini berkibar di blantika musik Indonesia, khususnya campursari dengan nama Didi Kempot.Sebagai pencipta dan penyanyi tembang jawa,seringkali inpirasinya datang begitu cepat dan tepat pada saat mood-nya sedang bagus.

Kondisi itu kemudian tidak disia-siakan penyanyi gondrong yang juga adik pelawak Srimulat Mamik “Podang” ini. Seperti saat mengetahui kondisi lokalisasi Gang Dolly Surabaya ditutup dan banyak penghuninya yang mencari jalan hidup dengan berbagai cara. Bahkan ada yang berusaha tobat dengan modal sangu dari Pemkot Surabaya, Didik menciptakan tembang jawa “Sarijah Tobat”.

Lagu “Sarijah Tobat” ini ditulisnya dalam sehari dan saat ini dalam proses rekaman.Untuk karya ini, sebelumnya juga melakukan observasi di lingkungan Dolly untuk mendapatkan bahan perenungan yang dalam.Tak jarang pula ia harus datang ke lokasi yang ada demi sebuah karya monumental.

Kegelisahan kreatifnya terus diasahnya seiring dengan usia yang semakin matang dalam setiap karyanya yang selalu digandrungi warga.Tercatat lagu Sewu Kutho,Stasiun Balapan,Pelabuhan Tanjung Emas dan lainya bukti karya emas Didik.

“Beberapa lagu saya ciptakan hanya dalam waktu dua jam.Seperti tembang Sewu Kutho ataupun Stasiun Balapan. Sebagian itu hasil dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dan inpirasi yang datang begitu saja.Memang butuh proses panjang dan tidak mudah untuk menjadi seperti yang sekarang.”katanya.

Selama ini, Didik sudah tampil di PT Gudang Garam sebanyak tujuh kali. Didik pun sempat terinpirasi dengan kondangnya tahu takwa produksi Kota Kediri. Judulnya “Tahu Pong” yang juga cukup meledak di pasaran.Menurutnya selama sering pentas di Kota Kediri banyak inpirasi yang menjadikanya semakin matang berkarya.

Pria berambut gondrong ini anak ke empat dari lima bersaudara, anak dari pelawak kenamaan Ranto Gudel.    Sejak kecil dididik dalam lingkungan seniman karena sang ayah adalah seniman serba bisa pada zamanya dan satu angkatan dengan Basiyo ataupun Mbah Guno asal Yogyakarta.

Anak pertama Mbah Ranto adalah Lilik Subagio, Sentot Soewarso,Mamik Prakoso,Didik Prasertyo dan Sentot Guntur Martinus.     Hingga kini Didik sudah menciptakan 80 album dengan 700 lagu dalam kurun waktu masa kariernya. Ia lahir 31 Desember 1966 di Solo Jawa Tengah.

Sebagai anak orang panggung, Didik ikut ayahnya kemana-mana jika dapat tanggapan lawak ataupun main ketoprak.Tak jarang pula ia dilibatkan dalam pentas seni yang bintang tamu ayahnya.Dari pengalaman hidup masa kecil inilahjiwa seni tertanam dalam dirinya sejak kanak-kanak hingga kini.Mamik Prakoso kakaknya merupakan pelawak ternama Srimulat.

“Berkarya itu butuh suasana yang tenang, karena berkaitan dengan kualitas.Biasanya saya menyepi di Lawang Sewu, Telaga Sarangan dan Tawangmangu.Ini demi sebuah lagu yang nantinya akan saya nyanyikan untuk warga pecinta musik campursari,” katanya mengakhiri perbincangan dengan Memo.(bak)