Lagi, 2 Pasien DBD Meninggal di Nganjuk

Nganjuk, koranmemo.com Kasus demam berdarah dengue (DBD) kini meningkat tajam di Nganjuj. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut, peningkatan jumlah yang sangat tajam antara akhir Desember 2017 hingga Januari 2018. Bahkan, dua pasien meninggal dunia.

Januari 2018 ini, sudah tercatat 18 kasus DBD yang tersebar di lima Kecamatan wilayah Kabupaten Nganjuk. Rinciannya, sebanyak 10 kasus di Kecamatan Nganjuk, 4 kasus di Kecamatan Pace, 2 kasus di Kecamatan Ngronggot, sedangkan Rejoso dan Tanjunganom masing-masing 1 kasus. Jumlah itu terus meningkat menjadi 25 kasus per 24 Januari 2018, dengan dua pasien meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat tajam jika dibanding bulan sebelumnya Desember 2017 yang hanya ada 15 kasus DBD.

“Empat pasien di antaranya menjalani perawatan di RSUD Nganjuk, sedangkan pasien lain tersebar di sejumlah Puskesmas maupun klinik terdekat dari rumah masing-masing pasien,” ungkap Kabid Humas RSUD Nganjuk, Eko Santoso.

Hingga kini Dinkes Nganjuk masih melakukan upaya fogging di beberapa daerah yang ditemukan kasus DBD. Selain itu, pihak Dinkes berjanji akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat supaya waspada terhadap serangan nyamuk mematikan tersebut selama musim hujan.

“Para petugas fogging mulai dikerahkan ke pemukiman warga guna memberantas penyebaran virus dari nyamuk berbahaya ini. Penyemprotan salah satunya dilakukan di Kelurahan Kauman Kabupaten Nganjuk. Sebab, di kelurahan ini mulai ada penderita DBD,” jelas Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Nganjuk, Didik Hermanu.

Reporter: Andik Sukaca
Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.