Labkesda: PG Mritjan Tak Boleh Uji Lab Sendiri

Limbah PG MritjanKediri, Memo- Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Kediri Agus Sahat menegaskan limbah cair yang dihasilkan PG Mritjan seharusnya tidak boleh diuji Lab sendiri oleh pabrik.

“Untuk pengujian limbah seharusnya tidak boleh dilakukan sendiri oleh PG Mritjan, sebab nanti dikawatirkan hasilnya tidak maksimal,” ujar Agus Sahat.

Menurutnya, limbah cair yang dibuang secara langsung ke anak sungai Brantas yang sudah mati tersebut dan bisa menimbulkan pencemaran, dikhawatirkan bisa sangat mengganggu kesehatan dan lingkungan warga sekitar.

Ditambahkan, dalam pengujian limbah cair di setiap pabrik gula seharusnya tidak dilakukan sendiri oleh pabrik yang bersangkutan atau kerja sama dengan pihak lain. Tetapi pengujian dilakukan setiap bulan dan harus selalu bersinergi dengan Kantor Lingkungan Hidup dan Labkesda Kota Kediri.

“Limbah itu sangat berbahaya, jadi untuk pengujiannya harus dilakukan pemantauan secara langsung dan tidak menggunakan penguji dari pihak luar,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager PG Mritjan D.D Poerwantono terkesan tertutup saat hendak dikonfirmasi terkait limbah tersebut. Bahkan ketika Memo mencoba konfirmasi, pihaknya enggan menjawab.

Seperti berita sebelumnya, beberapa waktu lalu Labkesda telah melakukan pengujian air kimia di daerah sekitar PG Mritjan dan hasilnya kadar mangan (Mn) di daerah terebut telah melebihi batas maksimum yang ditentukan.

Menurut Labkesda dengan Mn yang tinggi apabila dikonsumsi warga sekitar pabrik untuk kebutuhan sehari-hari maka kedepannya bisa mengakibatkan kerusakan otak. Bahkan apabila dikonsumsi oleh ibu hamil juga dapat mengakibatkan keguguran.

“Memang itu tidak terasa sekarang, tapi kalau tubuh sudah kebanyakan kandungan Mn yang tinggi itu resikonya lebih mengerikan. Sebab meskipun sudah direbus hingga berapa derajat sekalipun tetap tidak bisa hilang,” ujar Agus Sahat beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula tanpa melalui proses IPAL yang baik akan menjadi salah satu permasalahan karena dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Bahan organik yang terkandung dalam limbah cair akan mengalami dekomposisi yang dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air. Selain bahan organik terdapat juga kandungan lain seperti: nitrogen, karbon, fosfor, alumunium, mangan, dan magnesium.(can)

 

Follow Untuk Berita Up to Date