Labelisasi, 5 KPM Mengundurkan Diri

Kediri, koranmemo.com — Labelisasi atau pemberian tanda (label) di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) baik sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun program keluarga harapan (PKH) di Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, sebanyak lima keluarga mengundurkan diri, Jumat (22/11) pagi.

Kasi Ketentraman, Ketertiban (Trantib) dan Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Bandar Lor, Sri Hartini mengatakan, di Kelurahan Bandar Lor ada 405 KPM baik penerima BPNT-D maupun PKH. “Ada sekitar 405 KPM, sebelumnya kami dan pendamping juga memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga,” jelasnya.

Dari 405 KPM ini, lanjutnya, sebelum pelaksanaan labelisasi ada lima KPM yang memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai KPM. Pihaknya juga memperkirakan setelah pelaksanaan labelisasi ini akan ada KPM yang mengundurkan diri. “Kami memperkirakan akan ada lagi warga yang menerima bantuan,” imbuhnya.

Sebelumnya, kata Sri, warga yang mengundurkan diri sebagai KPM membuat surat pernyataan yang dilampiri tanda tangan serta materai. Nantinya, hal serupa juga diberlakukan jika ada keluarga yang memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai KPM. Kegiatan ini, diharapkan pendamping dan petugas dapat mengetahui kondisi keluarga penerima bantuan sebenarnya di lapangan.

Karena, petugas dan pendamping juga akan memperbarui data KPM sehingga warga kurang mampu lainnya yang belum mendapat bantuan diharapkan dapat segera mendapat bantuan sosial. “Inginnya kan bantuan yang diberikan tepat sasaran ya. Jadi, bagi keluarga yang memang mampu secara ekonomi, bisa lebih mengerti kalau masih ada warga tidak mampu yang belum mendapat bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Sumirah (56) warga yang rumahnya diberikan label, mengaku tidak mempermasalahkan pemberian label dengan menggunakan cat semprot. “Tidak apa-apa, kan memang saya sebagai penerima bantuan. Kalau seperti ini kan nanti petugas juga tahu, karena rumah ini juga milik orang tua. Sehari-hari saya hanya berjualan es, jadi pendapatan juga tidak menentu,” tuturnya.

Dari pantauan Koranmemo.com, beberapa rumah yang diberikan label, tidak hanya dihuni satu kepala keluarga. Beberapa rumah ada yang dihuni oleh dua sampai tiga kepala keluarga. Bahkan, ada salah satu rumah yang diberikan label, dihuni oleh enam orang dan mempunyai kartu keluarga (KK) yang berbeda.

Menurut Purwanti (61), warga lainnya, pemberian label memang sesuai dengan peraturan pemerintah. “Kan dari sosialisasi beberapa waktu lalu, kegiatan ini memang dari pemerintah. Sebagai warga yang baik, ya harus mematuhi peraturan yang diberikan. Ini kan tidak merugikan masyarakat, hanya diberi label saja. Semoga, bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.(Adv)

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date