La Nina Datang, 9 Kecamatan di Ponorogo Rawan Bencana Hidrometeorologi

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Tak hanya sebaran Covid-19 yang masih mengancam, kini ancaman bencana juga menyelemuti Kabupaten Ponorogo. Ini setelah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Ponorogo mengeluarkan status siaga bencana, memasuki musim panca roba yang terjadi bulan Oktober ini.

Pasalnya, pergantian musim kemarau ke musim hujan kali ini diikuti anomali La-Nina ( fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik dan suhunya lebih rendah dibanding kawasan sekitarnya.red) yang membuat intesitas hujan lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung 9 Kecamatan di Ponorogo diklaim rawan terdampak 3 bencana Hidrometeorologi yang terjadi selama anomali La-Nina terjadi.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono. Ia mengatakan 3 bencana Hidrometeorologi yang dimaksud adalah, banjir, longsor, dan puting beliung. Sementara 9 Kecamatan di Ponorogo yang diprediksi bakal terdampak bencana ini adalah Kecamatan Ngebel, Ngrayun, Slahung, Sokoo, Pulung, Badegan, Sambit, Sawoo, dan Pudak.” Status siaga bencana. Karena datangnya musim pen
hujan diikuti anomali La Nina. Daerah-daerah di zona merah rawan bencana. Apa lagi daerah yang pernah terjadi bencana, seperti Banaran Pulung, Watu Bonang Badegan, dan Tugurejo Slahung perlu mengantisipasi ini,” ujarnya, Minggu (4/10).

Budi menambahkan, untuk mendeteksi sejak awal terjadinya bencana sejumlah alat antisipasi mulai disiagakan. Diantaranya Early Warning System ( EWS), Ekstensometer, dan rambu-rambu rawan bencana. Tidak hanya itu, pemangkasan pohon-pohon tinggi juga dilakukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa.” Semula alat sudah terpasang dan ready. EWS di beberapa sungai besar, Ekstensometer di Ngebel, Ngrayun, Pulung, dan Slahung juga sudah terpasang,” ungkapnya.

Lebih jauh, Budi mengimbau warga Ponorogo khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk terus memantau cuaca di sekitarnya, dan cepat mengantisipasi munculnya bencana.” Jadi untuk mengatisipasi hal ini. Agar segera meninggalkan rumah bila potensi bencana itu muncul, seta terus memantau perubahan cuaca yang terjadi disekitar kita,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman
Editor Achmad Saichu