Kuras Harta Warga Besole, Pria Bertato Ditangkap di Rumah Mertua

Tulungagung, koranmemo.com -Achmat Zainuri (25)  tinggal di Desa Gamping Kecamatan Campurdarat diamankan anggota tim gabungan dari Polsek Besuki dan Polres Tulungagung di rumah mertuanya desa setempat.

Pasalnya, pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut diduga membobol rumah Anggi Suryo Dianto (25) warga Desa Besole Kecamatan Besuki saat seisi rumah sedang menyaksikan acara labuh laut di Pantai Popoh. Akibatnya barang berharga milik korban berupa (hp) merk Oppo A71 warna putih, seekor burung murai batu, dan uang tunai Rp 23 juta amblas.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa hp merk Oppo A71 beserta dosbuk, pakaian yang digunakan tersangka untuk mencuri, dan sebuah dompet warna cokelat.

“Tersangka dan barang bukti kini diamankan di Polsek Besuki,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji, Rabu (19/9).

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Polsek Besuki pada Rabu (12/9) silam. Dalam laporannya, korban mengaku rumahnya dibobol maling saat seluruh isi rumah menyaksikan acara labuh laut.

Bahkan, korban menunjukkan rekaman CCTV saat pencuri tersebut beraksi.“Jadi sangat jelas pencurinya. Dia memakai topi warna merah, kaos abu-abu, dan celana jin warna biru,” katanya.

Berbekal informasi tersebut lanjut Sumaji, pihaknya langsung menyebarkan ciri-ciri pelaku ke seluruh anggota buru sergap (buser). Gayungpun bersambut, pada Senin (17/9) sore saat petugas berpatroli di daerah pasar Campurdarat melihat orang yang memiliki ciri-ciri persis dengan data-data yang disebarkan.

Seketika, petugas langsung membuntuti tersangka hingga  di rumahnya. “Saat itu petugas awalnya masih menduga-duga saja,” terangnya.

Sumaji melanjutkan, ketika petugas menginterograsi awalnya tersangka mengelak. Namun saat petugas menunjukkan rekaman CCTV tersebut kepada tersangka, dan saat itu pakaian yang dikenakannya sama persis akhirnya tersangka mengakuinya.

“Malam itu juga tersangka langsung digelandang ke Polsek Besuki,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku sudah tiga kali ini melakukan pencurian. Tetapi dua lokasi sebelumnya dilakukan di Blitar. Namun saat itu tersangka tidak tertangkap.

Masih menurut Sumaji, sedangkan modus yang digunakan dalam pencurian ini tersangka sengaja berkeliling dengan sepeda motornya untuk mencari target. Saat itu tersangka sudah mengerti jika mayoritas warga Besuki pasti iku acara labuh laut. “Tersangka masuk ke rumah melalui pagar depan, selanjutnya mendobrak pintu belakang dan mengambil hp, uang, dan burung,” katanya.

Untuk hp telah dijual di daerah Desa Gedangan seharga Rp 750 ribu. Sedangkan uang Rp 23 juta telah dihabiskan untuk membayar hutang, membeli suku cadang sepeda motor, dan sebagainya.

Sumaji menambahkan, saat ini petugas masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Petugas juga tengah melengkapi kelengkapan berkas tersangka untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date