Kuliah Umum IAIT, Gubernur Jatim: Pesantren harus Bangun Jejaring Digitalisasi

Kediri, koranmemo.com –  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kuliah umum kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) di Aula Muktamar Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Senin (18/3). Menghadapi revolusi industry ke 4 (industry 4.0), Khofifah mengajak pesantren untuk membuka jejaring dengan mengenalkan dunia digital agar tidak tertinggal dengan perubahan tersebut.

Berada di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Gubernur Jawa Timur memberikan kuliah umum dihadapan pengurus yayasan IAI Tribakti, serta para mahasiswa. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Khofifah mengatakan, revolusi industri 4.0 saat ini sudah dihadapi melihat banyak  perusahaan digital yang menjadi penguasa dunia industri.

“Ini sudah di tengah – tengah kita. Jika kita ingin menjadi bagian dari itu sebaiknya kita menyiapkan banyak star up. Selain itu kita juga berkolaborasi dengan yang sukses, macam – macam jika mau sebutkan ada blibli, ada bukalapak dan macam,” jelasnya.

Melihat star up yang sudah sukses diciptakan oleh anak – anak muda di Indonesia, Khofifah mengajak, pesantren juga bisa ikut dalam dunia industri digital. Terlebih, pesantren  memiliki jejaring yang sangat kuat mulai  santri yang mencapai puluhan ribu ditambah para orangtua dan kerabat bukan tidak mungkin jika pesantren bisa terjun di dunia itu akan merajai dunia industri digital.

“Terobosan yang sudah dilakukan oleh anak – anak muda termasuk di Jawa Timur. Maka pesantren yang memiliki kemampuan jejaring yang sangat luar biasa pasti jauh akan lebih cepat jika jejaringnya itu kemudian diikuti dengan jejaring digitalisasi,” katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, saat ini beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan di Indonesia sudah terkena dampak arus digitalisai. Dicontohkan, toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis marketplace. Selain itu, juga taksi atau ojek tradisional posisinya juga sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online.  “Pilihannya yaitu jika kita tidak mampu mengalahkan mereka, maka mari berkolaborasi,” tandasnya.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date