Kualitas Proyek Taman Nyawiji Disoal

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Proyek fisik pembangunan Taman Nyawiji di pusat perkotaan Kabupaten Nganjuk menjadi sorotan. Setelah masa pemeliharaan (P2) habis, kini mulai bermunculan pihak-pihak yang menyoroti proses pengadaan hingga kualitas konstruksi taman yang rencananya dijadikan ikon kota angin.

Sorotan terhadap Taman Nyawiji salah satunya dilontarkan oleh Heri Endarto, praktisi konstruksi di Kabupaten Nganjuk. Ia menilai hasil dari pengerjaan tahap 1 proyek fisik Taman Nyawiji terlalu kemahalan. Menurutnya, dengan HPS Rp 3,1 miliar seharusnya ada nilai tambah, misalnya adanya penambahan taman bermain anak atau nilai tambah manfaat yang lain.

“Nilai manfaat dikorupsi dengan indikasi kuat adanya unsur melawan hukum dengan fraud/curang dari awal dan mark up,” ungkapnya.

Heri menambahkan, adanya dugaan kasus korupsi proyek fisik Taman Nyawiji perlu adanya penindakan dengan proses penyelidikan dan naik penyidikan dari aparatur penegak hukum (APH). Mengingat proyek ini sudah menjadi perhatian publik dan telah dilakukan penyerahan tahap 2/FHO (kontrak keperdataan sudah selesai). Terlebih sejauh ini, kata Heri, sudah dilakukan audit oleh BPK.

“Untuk mencari bukti awal bisa dengan mendatangkan ahli forensik bangunan dan meminta audit investigasi khusus dari BPK/BPKP yang berintegritas,” tandasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Tri Wahju Kuntjoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, menilai semua proses pengadaan hingga proses pembangunan proyek Taman Nyawji sudah sesuai mekanisme. Bahkan, ia mengaku telah melakukan pengawasan secara ketat dalam mengawal berjalannya proyek tersebut.

“Saya telah melakukan pengawasan secara ketat selama proses pengadaan hingga pengerjaan proyek. Bahkan, saya ketika itu tidak segan-segan untuk melakukan black list terhadap rekanan bila tidak bisa mengerjakan proyek tepat waktu,” ujarnya kepada Koran Memo.

Disinggung mengenai nilai proyek yang terlalu kemahalan dibandingkan hasilnya, Tri menyebut jika pihaknya telah melakukan efisiensi sebaik mungkin. Menurutnya, dari HPS senilai Rp 3 miliar lebih, yang berhasil dieksekusi berdasarkan rekanan pemenang lelang hanya di kisaran Rp 2,9 miliar.

“Untuk pengerjaan sepertiga bagian dari keseluruhan proyek Taman Nyawiji, nilai segitu bisa dibilang sebenarnya masih sangat kurang. Tapi hasil itu (pemenang tender) kami nilai sudah sangat efisien dan bisa dipastikan kami fairplay dalam proses pengadaan. Tak tanggung-tanggung proses tender ulang (re-tender) kita lakukan sampai tiga kali saat itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nganjuk, Asti Widyartini, saat dikonfirmasi terkait masalah ini menyampaikan jawaban senada dengan Kepala DLH setempat.

“Kami percaya dinas terkait sudah melakukan semua tahapan dan telah melaksanakan pengadaan proyek fisik Taman Nyawiji sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Untuk diketahui, proyek Taman Nyawiji beberapa kali menjadi sorotan publik. Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk sebelumnya juga pernah melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi proyek.

Hasilnya, kualitas proyek hingga kondisi taman yang terkesan tidak terawat menjadi catatan wakil rakyat kala itu. Beberapa pihak mengklaim proses pengadaan bermasalah lantaran kontraktor pemenang tender Taman Nyawiji cacat yuridis.

Bahkan, mereka mendorong APH segera bertindak lantaran khawatir adanya mal administrasi menjadi embrio terjadinya korupsi.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Della Cahaya