KPU Kabupaten Kediri Pastikan Warga Terdampak Covid-19 Ikut Tercoklit

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri memastikan warga Kabupaten Kediri yang terdampak Covid-19 masuk daftar pemilih. Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), KPU juga memastikan semua warga tercoklit.

“Kami pastikan, untuk pemilih terdampak Covid-19 masuk daftar pemilih sepanjang memenuhi syarat,” jelas Eka Wisnu Wardhana, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Rabu (29/7).

Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, apabila warga masuk dalam daftar pemilih, petugas coklit akan mendatangi rumah warga dan mengkonfirmasi nama-nama yang ada dalam daftar tersebut. Petugas harus memeriksa data sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga (KK) masing-masing.

Apabila nama yang tercantum dalam daftar pemilih memenuhi syarat, maka hak pilih mereka dipastikan aman atau dijamin. Sebaliknya, apabila masuk dalam daftar pemilih, namun oleh petugas dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal, pindah domisili, ataupun menjadi personel TNI-Polri, maka petugas akan mencoret nama tersebut dari daftar pemilih.

Seperti yang dijelaskan Wisnu, dari hasil coklit minggu pertama ada 40.950 daftar pemilih yang dinyatakan TMS dan terdiri dari beberapa jenis TMS. “Dari hasil Coklit pada minggu pertama, diperoleh jenis TMS yaitu meninggal 26.003 nama, 2.273 termasuk pemilih ganda, dan 3.637 sudah pindah domisili,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ada 91 nama yang masih di bawah umur sehingga belum memenuhi syarat sebagai pemilih, 2.201 nama tidak dikenal, 6.555 bukan penduduk Kabupaten Kediri, 98 nama berstatus sebagai TNI, dan 92 nama berstatus personel Polri. Hasil ini tersebar di 344 kelurahan dan desa di Kabupaten Kediri.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya