KPK Pinjamkan Bupati Terpilih Syahri Mulyo Dilantik ?

Share this :

Tulungagung, koranmemo.comKepala bagian (Kabag) Humas Pemkab Tulungagung, Sudarmaji menyebutkan pelantikan pasangan petahana Syahri Mulyo dan Maryoto Bhirowo (Sahto) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung terpilih untuk periode kedua (2018-2023) akan dilaksanakan pada 24 September medatang, di gedung Grahadi Surabaya.

“Informasi yang kami terima jika pelantikan dilakukan bersamaan dengan pasangan kepala daerah lain yang menggelar pilkada serentak pada Juni lalu,” ungkapnya, Selasa (4/9).

Disinggung terkait pelantikan Syahri Mulyo sebagai bupati terpilih, Sudarmaji mengaku belum bisa memastikan apakah Syahri yang kini mendekam di tahanan KPK di Jakarta bakal dihadirkan dalam pelantikan tersebut. “Saat ini kami (Pemkab) melalui Gubernur Jatim masih koordinasikan tentang hal itu dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” katanya.

Lebih lanjut Sudarmaji menjelaskan, sejauh ini koordinasi masih terus dilakukan oleh pihak Kemendagri. Rencananya, Syahri Mulyo akan dipinjam sementara untuk mengikuti prosesi pelantikan. Namun untuk kepastian akan hal itu masih menunggu jawaban dari KPK. “Belum-belum. Dari Kemendagri masih mengajukan izin kok. Tapi belum ada kepastiannya bagaimana nantinya apakah diperbolehkan untuk dilantik atau tidak,” katanya.

Sekedar diketahui, kemenangan Syahri Mulyo dalam Pilkada Tulungagung menjadi dilema setelah cabup petahana itu diciduk KPK karena diduga terkait dugaan korupsi proyek peningkatan infrastruktur jalan tahun 2016-2018 senilai Rp10 miliar.

Sebelumnya KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno pada 6 Juni lalu, ternyata kasus OTT tersebut juga menyeret nama Syahri Mulyo. Dan Syahri Mulyo sempat dinyatakan sebagai buron, ketika dilakukan operasi penangkapan oleh tim komisi antirasuah di rumahnya di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, kendati akhirnya menyerahkan diri ke KPK.

Namun, dalam penahanan atas diri Syahri yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, tidak menghalanginya untuk menang dalam Pilkada Tulungagung. Syahri Mulyo yang berpasangan dengan petahana Wabup Maryoto Bhirowo, meraup suara dengan prosentase mencapai 59,8 persen, sedangkan untuk lawan politiknya, Margiono-Eko Prisdianto meraup suara 40,2 persen.

Sesuai aturan, sebagaimana dijelaskan Ketua KPU Tulungagung Suprihno, posisi Wabup Maryoto nantinya akan naik sebagai bupati menggantikan Syahri yang terjerat pidana korupsi sementara kursi wakil akan ditentukan melalui voting/aklamasi suara DPRD Tulungagung berdasar usulan partai pengusung, PDIP dan Partai Nasdem.

Reporter Denny Trisdianto

Editor Achmad Saichu