Kotasejuk Nganjuk Selamatkan Sumber Mata Air

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Dampak hutan gundul di sejumlah tempat di Kabupaten Nganjuk menyulut keprihatinan Komunitas Sejarah Pecinta Sejarah Nganjuk (Kotasejuk). Komunitas yang bergerak dalam penelusuran situs, sejarah dan penyelamatan sumber mata air ini langsung turun tangan.

Salah satu kegiatan penyelamatan dilakukan di Ubalan, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, debit air di Ubalan ini semakin berkurang. Hal tersebut disebabkan karena pepohonan penyangga sumber mata banyak yang mengering bahkan mati.

Padahal, sumber mata air di daerah tersebut sangat berpotensi untuk mengairi Air Terjun Putri Ayu yang berada di bawahnya. Hampir di setiap kesempatan mereka menyebar benih dan menanam bibit pohon pelindung di tempat-tempat sumber mata air dan hutan gundul.

Baca Juga: DPRD Nganjuk Patuhi Prokes di Dalam Atau Luar Ruangan

Heri Susanto, salah satu anggota komunitas mengatakan, sumber mata air yang berda di tengah-tengah hutan Desa Sambikerep ini berperan penting bagi kebutuhan air bersih dan irigasi perkebunan di kawasan Rejoso. “Asalkan masyarakat di sekitar hutan memiliki kepedulian untuk menjaga dan menyelamatkan,” kata Heri.

Baca Juga: Bawa Sabu, Pemuda Rejoso Disikat Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk

Kegiatan penanaman pohon kemabali, menjadi salah satu cara supaya dapat menyerap sumber mata air. Pohon yang dapat ditanam antara lain, Pohon Trembesi, Pohon Kepuh, Pohon Sengon, Pohon Sambi dan lainnya.

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor: Della Cahaya