Korupsi Pengadaan Barang, Sekretaris Satpol PP Dijebloskan Lapas

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Tulungagung mulai serius menangani kasus dugaan korupsi. Terbaru korp Adhyaksa menahan Asaf Dosuarso (51) warga Perumahan Bumi Mas Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru Selasa (12/12) pukul 17.00 WIB. Sekretaris Dinas  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pemecah plastik dan solar sel tahun anggaran 2015.

Asaf Dosuarso tersangkut kasus dugaan korupsi ketika masih menjabat sebagai sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH). Kini Asaf dititipkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II B Tulungagung. Dia diantar ke Lapas dengan mengendarai mobil Nissan Evalia AG 553 RP.

Tersangka dijebloskan ke penjara setelah diperiksa selama 4 jam di ruangan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.  Setelah cukup bukti dan berbagai pertimbangan akhirnya Asaf ditahan untuk kepentingan penyidikan.

“Kita tahan dalam 1 sampai 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” jelas Kajari (Kepala Kejajsaan Negeri) Tulungagung Alexander Sinurya melalui Kasi Intel Kejari (Kwjaksaan Negeri) Tulungagung  Dodik Wicaksono.

Dikatakan, bahwa Asaf ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai PPK (Pejabat Pembut Komitmen) dan PPA (Pejabat Pengguna Anggaran) di Badan Lingkungan Hidup. Saat ini pihak kejaksaan menunggu hasil penghitungan audit BPKP.

Sementara ini dari hitungan kejaksaan Asaf disinyalir merugikan uang Negara. Anggaran dikelola sebesar Rp 120 juta untuk mesin pemecah plastik dan solar sel sebesar Rp 60 juta. Dari pengadaan alat pemecah plastik  tersebut ditemukan tidak sesuai spesifikasi dan saat ini alat pemecah plastik sudah tidak dapat dipergunakan. Sementara untuk pengadaan lampu solar sel di Desa Sawo Kecamatan Campurdarat juga sudah tidak bisa dipergunakan lagi.  Tersangka diduga melakukan mark up harga  barang.

“Karena memang barang tidak sesuai spesifikasi dan barang tidak bisa digunakan maka korupsi yang dilakukan menjadi penilaian pidana tersendiri bagi kita, “katanya.

Ditambahkan, tersangka dijerat dengan paslal 1,dan 3 tentang undang undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Yang jelas kita akan segera sidangkan,  dan saat ini kita tahan dan tidak menutup kemungkinan ada pemeriksaan terhadap tersangka lainya, “katanya.

Reporter: Pendik Herlambang Novianto

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.