Korupsi PBM KPK Periksa Mantan Kadis PU

Madiun, koranmemo.com – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Madiun, Trubus Rekso Dirjo, Senin (24/10). Trubus menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk kali ketiga dalam kasus dugaan gratifikasi dan korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM).

Pemeriksaan terhadap Direktur Perusda Aneka Usaha Kota Madiun itu, berlangsung di Markas Brimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun. Sebelumnya, pada  Agustus 2015 lalu dia diperiksa kali pertama di Polres Madiun Kota dan kedua di kantor KPK Jakarta.

Trubus mengaku dicecar 15 pertanyaan seputar proyek PBKM tahun 2009-2012 yang dianggarkan sekitar Rp 76,5 miliar. “Pertama saya diperiksa di polres, kedua di Jakarta, yang ketiga disini (Mako Brimob,red). Pertanyaannya sama. Ya seputar tugas pokok dan fungsi  saya selama menjadi PA (pengguna anggaran,red) proyek PBM,” katanya usai salat duhur di masjid belakang Mako Brimob,  Senin (24/10).

Dalam kesempatan itu, Kepala BPBD Kota Madiun, Suwarno yang kala itu menjabat Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PU juga kembali mendatangi mako Brimob. Kedatangannya kali ini, hanya melengkapi berkas dokumen pembangunan proyek PBKM.

Pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik KPK, juga dilakukan terhadap staf perusahaan Walikota, Bambang Irianto yang berkantor di jalan Jawa Kota Madiun, serta dua orang laki-laki staf PT Lince Romauli Raya milik M Ali Fauzi yang dulu ditunjuk selaku manajer proyek PBKM.

Sementara, tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi pembangunan proyek Pasar Besar Madiun (PBM), Walikota Madiun Bambang Irianto tetap menjalani aktivitasnya sebagai walikota.

Bambang masih menyempatkan diri menghadiri rapat paripurna penyampaian nota keuangan Walikota Madiun terhadap raperda tentang APBD tahun 2017 di gedung DPRD Kota Madiun, Senin (24/10).

Bambang, membacakan secara langsung nota keuangan tersebut. Usai paripurna, dia enggan mengomentari sejumlah pertanyaan yang diajukan wartawan. “No comment,”katanya singkat sembari menaiki mobil dinasnya. (adi/jur)