Korban Penipuan Polsus Tipikor Mencapai 30 Orang

Kediri, koranmemo.com — Kasus dugaan penipuan dengan kedok menjanjikan sebagai petugas Polisi Khusus Tindak Pidana Korupsi (Polsus Tipikor), jumlah korban mencapai 30 orang. Awalnya, pelapor hanya satu orang dengan beberapa orang lain yang sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Mojoroto sebagai saksi dalam dugaan kasus tersebut.

Dalam kasus tersebut pelapor yang diketahui berinisial DMS (19) perempuan warga Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, mengetahui brosus yang ditempel oleh tersangka. Pada tanggal 12 Agustus, pelapor berminat untuk mendaftar sebagai Polsus Tipikor.“Setelah mendaftar di kantor tersangka yang beralamat di Jalan Sersan Bahrun Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, ternyata ada biaya administrasi dan dijanjikan pada tanggal 30 Agustus mulai mengikuti pelatihan,” jelas Kanit Reskrim Polsek Mojoroto, Iptu Priyo Eko Haryono,Jumat (6/9).

Dari keterangan tersangka bernama Supana Jadi Santosa (43), warga Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, pelapor akan mengikuti pelatihan di Jakarta selama 3 minggu. Namun, setelah tanggal 30 Agustus, tersangka tidak memberangkatkan pelapor karena ada kesalahan teknis dan pelatihan diundur tanggal 2 September.

Lagi-lagi pelapor tidak jadi diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan, tersangka pun beralasan ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Merasa ada yang janggal pelapor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Petugas Polsek Mojoroto. Ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 30 orang.

Pasalnya, saat pelapor pertama (DMS) ke Kantor Polsek Mojoroto, hanya ada 13 orang yang juga mengaku menjadi peserta seleksi Polsus Tipikor. Setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan berjalan, jumlah peserta mencapai 30 orang baik dari Kota maupun Kabupaten Kediri. “Jumlah korban ternyata kurang lebih ada 30 orang. Masing-masing korban ini dimintai uang administrasi sebesar Rp 3 sampai Rp 25 juta,” ujarnya.

Akibat perbuatan tersangka, lanjutnya, petugas menduga tersangka melanggar Pasal 378 tentang tindak pidana penipuan. Sebelumnya tersangka juga pernah mendekam di penjara selama 2 tahun karena kasus yang sama. Namun yang membedakan, tersangka melakukan tindak pidana penipuan dengan iming-iming membantu dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2016 lalu.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date