Korban Diduga Dibunuh Menantu

Nganjuk, koranmemo.com – Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan palu yang ada bercak darah di sekitar jasad Siti Munawaroh (55) warga RT 05/RW 02 Dusun/Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.

“Korban mengalami luka robek pada dahi dan pipi yang diduga kena benda tumpul dan tajam. Sedangkan barang bukti yang ditemukan berupa palu yang ada bercak darah,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Minggu (2/12/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sudarman menjelaskan, korban sehari-harinya hidup sendiri di rumah, dan saat kejadian korban bersama cucunya, Marscha AS (11).
Korban mempunyai 3 anak, dan anak pertama perempuan kerja di sebuah pabrik Surabaya.

“Anak korban yang pertama menikah dengan Sud, usia 40 tahun dan saat ini buka warung kopi di selatan rumah mertuanya sekitar 500 meter. Diduga anak pertama korban ini kecantol pria lain, sehingga suaminya dendam,” bebernya.

Informasi lain menyebut, rumah tangga Sud, pria asal Jombang dengan anak pertama korban memang sering bertengkar. Bahkan, Sud sering mengancam mertuanya (korban-red), jika anak perempuannya (istri Sud-red) tidak pulang, maka akan membunuh mertuanya (korban).

“Dari beberapa keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi, diduga kuat pembunuhnya adalah Sud, menantu korban. Saat ini petugas masih memburunya,” tegas Sudarman.

Diketahui, korban kali pertama ditemukan anaknya, Amin (38) warga RT 01/RW 03 Lingkungan Kujonmanis Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom, yang secara rutin usai salat subuh selalu mendatangi rumah korban.

Setelah membuka pintu depan, selanjutnya saksi menuju dapur dan mengetahui ibunya sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Saat mencoba memegang kaki korban, ternyata sudah dalam keadaan kaku.

Selanjutnya saksi membangunkan cucu korban, Marscha AS (11), yang akhirnya kejadian ini diberitahukan kepada tetangga sekitar dan melapor ke Polsek Warujayeng. “Saat ini jasad korban masih divisum pihak Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu