Kontribusi Minim, Tak Pengaruhi Ekonomi

Share this :

Rencana Penutupan PG Meritjan

 

Kediri, koranmemo.com – Dilihat dari kacamata ekonomi, rencana penutupan PG Meritjan tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri. Pasalnya, menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Kediri, hingga tahun 2015 industri makanan dan minuman, yang di dalamnya termasuk PG Meritjan, kontribusi PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto)-nya pada Kota Kediri sangat kecil, yakni 1,43 persen.

Hal ini juga diungkapkan oleh Eko Suprihanto, Staf Nerwilis (Neraca Wilayah Analisis Statistik). Kendati selama ini industri pengolahanlah yang paling dominan memberi kontribusi untuk Kota Kediri, namun angka terbesar masih dipegang oleh industri pengolahan tembakau yang mencapai 80,32 persen.

Sedangkan industri makanan dan minuman sangat sedikit memberikan kontribusinya untuk perekonomian Kediri yakni hanya 1,43 persen. “Dari 1,43 persen itu, industri makanan dan minuman sangat bermacam-macam, salah satunya ya PG Meritjan itu,” kata Eko.

Eko menambahkan, jika PG Meritjan benar ditutup, tidak akan berpengaruh karena dapat ditutup oleh sektor-sektor lainnya seperti bidang perdagangan dan jasa yang kontribusinya jauh lebih banyak daripada sektor industri makanan dan minuman. Di sektor perdagangan baik besar maupun eceran kontribusinya sebesar 9,01 persen. Sementara di bidang jasa 1,8 persen. “Jadi jika sektor-sektor itu dioptimalkan, sudah dapat menutup kekurangan pada sektor makanan dan minuman,” pungkas Eko.

Sedangkan dari pandangan Bank Indonesia, ketergantungan pada industri manufaktur sebaiknya memang harus dikurangi di Kota Kediri. Hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu pada bidang industri tersebut, pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri tetap mampu bertahan dengan sektor lainnya seperti jasa dan perdagangan.

Menurut Djoko Raharto, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kediri, harus ada transformasi dari industri yang sudah mulai berkurang pertumbuhanya. “Harus ada sektor lain yang bisa tumbuh terutama di sektor jasa, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pun harus berkembang,” kata Djoko.

Disinggung soal penutupan PG Meritjan, Djoko Raharto mengungkapkan hal itu tidak akan berpengaruh besar pada perkembangan ekonomi Kota Kediri, karena yang mempunyai kontribusi besar ada pada industri rokok. Yang jelas berdampak mungkin dari para karyawan yang sudah tidak bekerja lagi di PG Meritjan. “Jika kemunngkinan benar PG akan ditutup, ya berarti sektor lain harus dikembangkan dengan tujuan untuk menampung karyawan dari sektor industri manufaktur yang tutup itu,” jelasnya. (dha)