Kontes Batu Akik Dibanjiri Pengunjung

Trenggalek, Koran Memo – Parade Batu Mulia Nasional (PBMN) Trenggalek secara resmi dibuka Bupati Mulyadi WR, di Lapangan Barat Pasar Hewan Jl Mayjen Sungkono, Kelurahan Tamanan Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jumat (22/5).

Kontes batu akik yang dipadati pengunjung
Kontes batu akik yang dipadati pengunjung

Kegiatan ini digelar oleh Paguyupan Pengrajin Batu Mulia (PPBM) Trenggalek ini berlangsung hingga Minggu (24/5). Sebagai pendukung pameran, Dinas Koperasi,Perindustrian Pertambangan dan Energi (Koperindag Tambem)Pemkab Trenggalek.

Hadir pada peresmian atau kontes batu mulia itu adalah Kapolres,Dandim, Kepala Koperindag dan Muspika serta undangan lainnya. Para pejabat ini, juga berkeliling untuk berdialog dengan para peserta, sekaligus melihat batu permata yang dipamerkan.

Ribuan pecinta batu mulia (akik), pengrajin maupun peserta kontes datang dari dalam dan luar kota.Mereka membanjiri area lapangan,karena ingin menyaksikan serta mengikuti festival akik terbesar dan pertama kali di Kota Tempe Kripik.

Bupati Mulyadi WR dalam sambutannya mengatakan,Kabupaten Trenggalek, sebagihan besar daerahnya merupakan pegunungan dan teryata kaya akan batu permata alias bahan akik. Bupati juga merasa sangat yakin jika batu-batu permata yang lebih berpotensi belum ditemukan.

Sementara itu, festival kali ini digelar untuk membuktikan bahwa Trenggalek kaya dengan batu mulia akik.Terkenalnya batu permata di kota inisudah merambah di kabupaten lain dan kota-kota besar di seluruh Indonesia. Batu akik asal Trenggalek dinilai memiliki keunggulannya serta motif yang sangat indah dan bagus.

Bupati Mulyadi juga mengucapkan banyak terimakasih kepada panitia prakarsa lomba atau kontes tersebut. Dia juga berharap kepada para pengrajin, baik dari Trenggalek maupun dari luar wilayah untuk tetap mengedepankan kwalitas dan mutu yang bagus.

Selain itu,Bupati juga merencanakan,bertepatan dengan Hari Jadi Kota Trenggalek, akan diadakan kontes batu akik yang lebih besar yang tingkatannyanasional.

Menurut informasi yang dihimpun Koran Memo, batu permata atau akik yang akan dikonteskan, harus berbahan asli Trenggalek. Diantaranya Pancawarna,Batu Lumut dan Motif.Batu motif itu sendiri biasanya dari batu posil, karena daerah asalnya kaya dengan batu-batu tersebut.

Selain itu juga akan digelar bursa batu mulia yang langsung dari penambangan. Kemudian diadakan kontes produksi (processing)dari para pengrajin batu permata.(Par)