Konstruksi Proyek Pasar Kertosono Dipertanyakan, Spek 3 Lantai Jadi 2 Lantai

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Kegiatan pembangunan proyek fisik Pasar Kertosono senilai Rp 23 miliar telah selesai dikerjakan oleh pihak PT. KIM selaku pelaksana. Namun hasil dari proyek fisik tersebut menjadi pertanyaan lantaran hasil pembangunan konstruksi diduga tidak sesuai dengan kontrak yang diajukan.

Hal itu disampaikan Fauzi Irwana, Wakil Ketua Komisi III DPRD Nganjuk, di sela-sela sidak pasar, Senin (13/1).  Dengan didampingi sekretaris dan anggota Komisi III yang lain, ia meninjau seluruh sudut pembangunan Pasar Kertosono.”Kita bersama teman anggota dan sekretaris komisi III melakukan sidak ke proyek Pasar Kertosono. Karena dalam APBD 2019 dianggarkan pagu Rp 25 miliar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar dan dikerjakan oleh PT. KIM, itu nilai yang sangat besar sekali,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, pada awal sidak beberapa waktu lalu pihak PPK menyampaikan bahwa pembangunan kerangka dikerjakan sampai lantai tiga. Akan tetapi setelah dicek di lokasi ternyata hanya ada dua lantai. Selain itu, menurut temuan di lapangan proyek tersebut dinilai kemahalan konstruksi

“Karena waktu pembahasan, dinas terkait itu menyampaikan pembangunan pasar kertosono,
dengan harapan setelah pembangunan pada 2020 bisa digunakan berjualan kembali oleh pedagang, tapi termyata ini hanya mampu pembangunan di lantai 2,” katanya.

Disinggung mengenai langkah yang diambil pasca sidak, Fauzi menyebut jika saat ini proyek masih ada masa pemeliharaan selama 6 bulan. Akan tetapi pihaknya akan menyampaikan ke pak bupati agar seluruh peoyek konstruksi di Nganjuk masa pemeliharaan diperpanjang hingga setahun, sehingga menimbulkan efek jera dan kontraktor tidak main-main.

“Terkait kerangka bangunan tiga menjadi dua lantai, kami akan melihat dulu dokumen kontraknya. Jika ditemukan pelanggaran maka akan kami rekomendasikan APH untuk bertindak,” tandasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu