Konferwil NU Jatim: Reality Show Karma, Haram Ditayangkan dan Ditonton

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memutuskan, menayangkan dan menonton tayangan Karma adalah haram. Hal ini sesuai keputusan dalam  Bahtsul Masail Waqi’iyyah yang dilakukan saat Konferensi Wilayah di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Minggu (29/7) kemarin.

Sidang komisi dalam Bahtsul Masail memutuskan program reality show Karma yang tayang di stasiun swasta nasional haram. Dalam Bahtsul Masail itu, ada 4 orang mushahih yakni KH Yasin Asmuni, KH Mahrus Maryani, KH MB Firjoun Barlaman, dan KH Murtadho Ghoni. Ditambah 5 orang perumus, yakni KH Asyhar shofyan, KH Makmun Djazuli Mahfudz, Kyai Fauzi Hamzah, KH Ali Maghfur Syadzili, dan KH Syihabuddin Sholeh.

KH Ali Maghfur mengatakan, ada tiga unsur yang membuat program tayangan reality show itu haram. Pertama, tayangan itu menyebarluaskan aib orang lain, kedua mempublikasikan praktik keharaman, dan ketiga merusak akidah orang lain. “Menayangkan Karma itu seperti itu hukumnya haram,” katanya.Lalu bagaiaman hukumnya bagi yang menonton dan mempercayai tayangan itu? Pertanyaan itu juga muncul dalam bathsul masail kemarin. KH Ali Maghfur mengatakan, menonton juga haram hanya jika menonton tayangan itu sebagai bahan kajian maka diperbolehkan.

“Menonton juga haram, tapi diperbolehkan jika sebagai bahan kajian atau dlorbil amtsal (memberi contoh) untuk memberikan nasihat atau untuk membedakan antara haq dan bathil selama tidak sampai mempercayai ramalannya,” katanya, sesuai dalam rilis yang disampaikan tim panitia Konferwil PWNU Jatim.

Seperti diketahui Karma adalah acara televisi realitas adikodrati (supranatural) yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta sejak 2017. Acara yang berdurasi 120 menit ini dipandu pembawa acara dan pembaca angka kelahiran (penarawang).

Dalam setiap episode terdapat 31 orang peserta sesuai dengan tanggal lahirnya yang semuanya adalah orang-orang yang bermasalah. Pembaca angka (penerawang) merupakan seorang indigo yang mempunyai kemampuan menerawang masa lalu dan masa depan seseorang melalui data tanggal lahir, gambar, tulisan dan pengakuan dari peserta.

Pembaca angka (penerawang) juga memberi masukan kepada peserta agar selalu melakukan kebaikan-kebaikan sebagai solusi menuju kehidupan yang lebih baik.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu