Komunitas Pencinta Satwa Bisa Jadi Ajang Promosi Wisata

Trenggalek, Koranmemo.com – Ratusan orang pencinta satwa dari berbagai daerah memadati area Hutan Kota Trenggalek, Minggu (29/9) sore. Mereka mengikuti gathering akbar Komunitas Pencinta Satwa se-Karisidenan Kediri. Event yang ke tiga tahun 2019 itu diikuti ratusan pencinta satwa dari 12 komunitas. Bukan satwa pada umumnya, komunitas itu memelihara binatang tak lazim dipelihara kebanyakan orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya gathering akbar itu bisa menjadi sarana promosi wisata selain wadah bagi pencinta satwa untuk berbagi ilmu. “Bisa menambah wawasan dan kecintaan kita dalam menjaga, melestarikan satwa,” ujarnya saat membuka acara.Dia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan di wahana wisata lainnya secara berkesinambungan. Selain wahana edukasi bagi pencinta satwa, secara tidak langsung kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang promosi destinasi wisata. “Semoga sinergitas antara Pemkab Trenggalek, BKSDA, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim dan komunitas ini selalu terjaga,” imbuhnya.

Selain gathering kegiatan tersebut dimeriahkan oleh berbagai kontes. Diantaranya adalah mini contest open retyc normal, open retyc morph, open colubrid lokal, colubrid impor, green iguana, open varanus, open salvator, dan kontes musang makan. Satwa yang dibawa para peserta cukup unik dan beragam, tak lazim dipelihara mayoritas masyarakat pada umumnya.

Mulai hewan ular, biawak, iguana, musang dan beberapa satwa lainnya yang khusus didatangkan untuk memeriahkan gathering akbar tersebut. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Trenggalek dan juga pihak lainnya atas dukungannya sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar,” ujar Ketua Komunitas Trenggalek Reptile & Exotica, Toni Sihombing. (adv/Disparbud)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date