Komplotan Pemalsu Identitas Terbongkar

Share this :

Kediri, Koran Memo – Jumangin (46) warga Kelurahan Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ditangkap anggota Satreskrim Polres Kediri. Pria ini diringkus oleh petugas beberapa hari lalu setelah kedoknya sebagai pembuat identitas palsu terbongkar. Kasus tersebut terus dilakukan pengembangan hingga menyangkut pelaku lainnya.

Satreskrim Polres Kediri menunjukkan tersangka berikut barang bukti (andik/memo)
Satreskrim Polres Kediri menunjukkan tersangka berikut barang bukti (andik/memo)

Aktivitas Jumangin sebagai pembuat identitas palsu sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Dalam melakukan aksinya, Jumangin memanfaatkan KTP bekas. Bukan hanya KTP, beberapa dokumen perusahaan, buku nikah, dan segala keperluan untuk mengajukan kredit dalam jumlah besar juga berhasil dia palsukan.

Jumangin mengaku memasang tarif sebesar Rp 100 ribu untuk membuat KTP palsu yang membawa KTP bekas sebagai bahan. Bila pengguna jasanya tidak memiliki KTP bekas maka akan dikenakan biaya sebesar Rp 250 ribu. “Kalau pelanggan bawa KTP lama kita patok tarif Rp 100 ribu, kalau gak bawa tarifnya Rp 250 ribu,” ungkapnya.

Dalam melakukan aksinya ini ternyata Jumangin tidak sendirian. Dia dibantu oleh Grenita Mega, warga Semampir gang 4 Kota Kediri dan juga Mia Ningrum, warga Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto Kabupaten Kediri. Keduanya berperan sebagai penghubung antara calon pengguna jasa dengan Jumangin.

Grenita mengaku nekat melakukan perbuatan ilegal ini karena tuntutan ekonomi. Akibatnya kini dia harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tidak hanya dua perempuan tersebut, rangkaian kejahatan dari pemalsuan ini juga menyeret beberapa pelaku lain. KTP palsu digunakan untuk mengambil kreditan atau menyewa kendaraan. Setelah berhasil membawa kendaraan sewaan, pelaku justru menjual kendaraan tersebut kepada penadah.

Grenita dan Mia biasanya membawa KTP palsu untuk kemudian digunakan sebagai jaminan menyewa sepeda motor. Setelah berhasil diberikan pinjaman, mereka meminta bantuan kepada Sugianto, warga Desa / Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri untuk dijual kepada penadah. Yang selama ini menjadi penadah adalah Matsahri, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri dan Supriadi, warga Kelurahan / Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. “Jaringan ini memanfaatkan identitas palsu untuk menyewa motor. Kemudian motor dijual kepada penadah dan dilarikan ke daerah Trenggalek,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP M Aldy Sulaeman, Jumat (6/11).

AKP Aldy juga menambahkan, berdasarkan penyelidikan dan pengembangan kasus, petugas sudah berhasil mengamankan 3 sepeda motor yang dijual oleh tersangka. “Infonya ada 8 sepeda motor yang mereka jual, saat ini kita masih mengamankan 3 untuk barang bukti,” jelasnya.

Pihak kepolisian meminta semua pihak agar lebih jeli dan berhati – hati dengan modus kejahatan yang menggunakan identitas palsu. “Sebenarnya ada ciri khusus untuk mengetahui perbedaan dokumen ini asli atau palsu. Kalau asli biasanya stempel terlihat basah, sedangkan kalau palsu stempelnya terlihat seperti gambar hasil scan komputer. Dan untuk keaslian KTP tentu saja dengan mengecek nomer register nya,” pungkas AKP Aldy.(and)

Follow Untuk Berita Up to Date