Komisi IV Soroti Pelayanan RSUD Kertosono

Nganjuk, koranmemo.com – Kabar terkait adanya penelantaran pasien tulang retak oleh RSUD Kertosono pada pekan lalu rupanya sudah terdengar oleh wakil rakyat.

Bahkan, dalam waktu dekat pihak legislatif akan segera meminta klarifikasi terhadap pihak rumah sakit.

Karyo Sulistyo, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, saat dikonfirmasi via telepon oleh koranmemo.com mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa hari lalu mendengar kabar tersebut. Bahkan, saat itu juga ia langsung menghubungi direktur RSUD Kertosono hingga beberapa kali guna
meminta klarifikasi.

“Saat itu juga langsung saya hubungi direktur rumah sakit. Namun tidak diangkat juga meski telah saya telepon sampai tujuh kali. Ini tadi juga kembali saya telepon tetap belum diangkat. Ini kebetulan saya masih di luar kota, besok kalau sudah di Nganjuk akan langsung ke lokasi,” ungkapnya, Selasa (25/12).

Karyo menegaskan, seharusnya dalam masalah seperti ini pihak rumah sakit harus lebih profesional. Jangan sampai memunculkan kesan jika pelayanan terhadap pasien kurang mampu yang menggunakan KIS tidak serius.

“Kami minta kepada RSUD Kertosono agar jangan sampai membeda-bedakan dalam hal pelayanan terhadap pasien,” tegasnya.

Karyo berharap, jika memang permasalahan yang ada lantaran ketidakmampuan pihak rumah sakit dalam penanganan, sebaiknya segera memberikan rujukan terhadap pasien, jangan sampai pasien dibiarkan tanpa kejelasan selama berhari-hari.

“Kalau memang tidak mampu dalam penanganan akan lebih baik jika segera memberikan rujukan kepada pasien,” tandasnya.

Lebih jauh, Karyo menyebut, sebenarnya pihak Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk sudah beberapa kali menerima keluhan dari pasien perihal pelayanan RSUD Kertosono. Terutama mengenai tidak puasnya pasien yang menggunakan kartu sakti untuk berobat.

“Ini bukan pertama kalinya kami menerima keluhan dari masyarakat terkait pelayanan rumah sakit. Kami harap RSUD Kertosono segera membenahi pelayanan kepada masyarakat agar lebih baik. Yang terpenting jangan sampai membeda-bedakan pasien karena ini menyangkut keselamatan jiwa seseorang,” pungkasnya.

Sementara itu, Forum Peduli Bangsa Indonesia (FPBI) menilai pelayanan dan penanganan pasien di RSUD Kertosono, kurang baik dan menjadi catatan buruk di akhir tahun 2018. Suwadi SH, Ketua FPBI, saat bertandang ke rumah Eka Nurjanah untuk melihat secara langsung kondisinya, sangat menyayangkan penanganan RSUD Kertosono. Dia menilai penanganan Rumah Sakit milik Pemerintah itu kurang profesional.

“Harusnya pelayanan bisa optimal, apalagi ini rumah sakit milik pemerintah,” katanya kepada awak media.

Meskipun, lanjut Suwadi, pasien menggunakan KIS karena memang betul-betul tidak mampu, Rumah Sakit tetap harus memberikan pelayanan prima. “Ini yang harus dikoreksi, karena pelayanan di rumah sakit Kertosono itu kurang baik,” imbuhnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date