Belum Banyak Dikenal, Klub Sepatu Roda Tag Liner Tulungagung Sudah Berprestasi di Tingkat Provinsi

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Eksistensi klub sepatu roda Tag Liner Tulungagung belum setenar klub-klub motor di Tulungagung yang sudah digandrungi muda-mudi. Namun siapa sangka, klub ini justru sudah menghasilkan banyak prestasi di kejuaraan provinsi.

Tag Linier didirikan pada tahun 2017 dan menjadi klub sepatu roda di Tulungagung yang bisa menghasilkan atlet-atlet sepatu roda berbakat serta kaya akan prestasi. Tag Liner juga menjadi satu-satunya club sepatu roda yang sudah terdaftar secara resmi di Tulungagung.

Pelatih klub ini, Mohammad Abdul Azza mengatakan, sejak dibentuk 3 tahun silam dengan akta notaris, Tag liner sudah tergabung dan sudah menjadi anggota resmi di Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Tulungagung dan Koni Tulungagung. Sebanyak 22 atlet yang terdaftar hingga kini masih aktif mengikuti kejuaraan.

“Di klub kami, umur para atlet yang paling kecil adalah 5 tahun, sedangkan paling besar umur 12 tahun. Sebenarnya sepatu roda sendiri masih cocok buat usia hingga 30 tahun. Tapi kalau di Tulungagung sendiri saat ini peminatnya cuma usia anak dan remaja. Mungkin karena belum dikenal itu,” ujar Azza, Selasa (6/10).

Baca Juga: Suliyanto, Pengrajin Wayang Kayu asal Nganjuk

Azza membeberkan, Tag Liner sampai saat ini sudah berprestasi di berbagai kejuaraan mulai dari Kejurprov pada tahun 2019 yang digelar di Sidoarjo dan Malang, hingga kejuaraan yang digelar Polres Tulungagung satu tahun yang lalu. Saat itu, banyak atlet dari klubnya yang mendapat prestasi juara satu hingga tiga di tingkat provinsi.

“Kategori yang diperlombakan sama dengan perlombaan balap sepeda. Ada yang sprint, ada juga yang marathon. Di kategori sprint kami sudah sering dapat juara maupun podium,” jelasnya.

Dia mengaku menikmati saat-saat ketika dia melatih para anggota klubnya. Kendati demikian, dia juga tidak memungkiri jika melatih anak-anak memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terutama untuk bisa membuat mereka benar-benar tertarik dan fokus untuk berlatih sepatu roda.

Baca Juga: Wisata Banyu Lumut, Keindahan Tersembunyi di Trenggalek

“Biasanya anak-anak yang baru bergabung dan berlatih disini cenderung malas dan masih belum tertarik terhadap sepatu roda. Hal itu sudah menjadi tugas kita untuk membujuk serta mendukung anak-anak ini, agar tidak ada traumatis jika suatu saat mereka terjatuh atau cidera. Dan itu yang sulit,” ujarnya.

Tag Liner terbilang sudah beruntung mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta dari Koni Tulungagung. Dengan kucuran dana yang diberikan kepada klubnya, Tag Liner bisa memberikan fasilitas dan pelatihan memadai kepada para atlet-atlet mereka.

“Selama 6 bulan terakhir kami tidak melakukan kegiatan karena pandemi. Jadi saat sudah mulai berlatih otomatis kita menerapkan sistem kembali ke dasar, seperti untuk menguatkan teknik-teknik awal dan melatih kebugaran. Dua bulan kemarin sudah mulai berlatih intensif, dan bulan ini kita menyiapkan untuk perlombaan tahun depan yaitu Kejurprov dan Smanorcup di Sidoarjo,” jelasnya.

Baca Juga: Warkop Komunitas Pecinta Kopi (KPK)

Dia berharap agar pemerintah daerah bisa menyediakan tempat khusus bagi klubnya untuk bisa berlatih. Selama ini, klubnya hanya berlatih di GOR Lembu Peteng dengan trek yang terbuat dari aspal. Padahal, yang ideal adalah trek terbuat dari beton agar tidak licin.

“Kalau dari Dispendikpora dapat Rp10 juta, kalau dari Koni sudah cair dan dapat Rp20 juta. Itu semua kami gunakan untuk membeli tracksuit para atlet, dan lain-lain. Untuk trek khusus sepatu roda belum ada. Semoga saja pemerintah juga mau memberikan fasilitas trek khusus itu,” jelasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Achmad Saichu