Klien Pecandu Sabu BNN Kota Kediri Menurun

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Jumlah klien pecandu zat methamphetamine yang terkandung dalam narkotika golongan I jenis sabu di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menurun. Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2020, hanya ada 7 klien yang menjalani assessment dan pendampingan. Padahal untuk tahun 2019 jumlah klien ada 17 orang.

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Kediri, Duhia Rosyida menjelaskan, pendampingan klien tetap dilaksanakan seperti biasanya meskipun selama pandemi Covid-19, beberapa dilakukan melalui sistem dalam jaringan (daring). “Pendampingan tetap, namun ada yang kami lakukan dengan video call melalui zoom atau whatsapp (WA),” jelasnya, Minggu (28/6).

Duhi mengatakan, mengenai assessment atau konseling rawat jalan mengalami penurunan dan dinilai pandemi juga berpengaruh kepada tingkat keinginan masyarakat. Meskipun beberapa klien melakukan assessment melalui daring, namun tetap ada klien yang datang ke kantor BNN Kota Kediri dengan didampingi keluarga mereka.

Dari data yang diperoleh Koranmemo.com, dari 7 klien yang menjalani assessment di BNN Kota Kediri, mereka masih berusia produktif. Rentang usia mereka antara 25 sampai 39 tahun, dan keseluruhan adalah pekerja wiraswasta. Dari 7 klien ini, mereka adalah laki-laki yang mengalami ketergantungan terhadap zat methamphetamine yang terkandung dalam narkotika golongan I jenis sabu.

Sebelumnya, BNN Kota Kediri menilai penyalahgunaan narkotika di Kota Kediri masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil rekapitulasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNN Kota Kediri, zat utama yang disalahgunakan yaitu methamphetamine yang ada dalam sabu.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Bunawan menjelaskan, berdasarkan hasil rekapitulasi sejak awal tahun 2020 sampai Juni, setidaknya ada 12 kasus. “Dari hasil pemeriksaan kami, ke-12 kasus ini ada yang berjenis kelamin perempuan,” jelasnya, Sabtu (27/6) malam.

Berdasarkan data yang diperoleh Koranmemo.com, ke-12 kasus tersebut ada 10 laki-laki dan 2 perempuan. Sementara untuk permohonan TAT sendiri dari Polresta Kediri sebanyak 10 kasus dan Polsek Mojoroto ada 2 kasus.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya