KLB DBD, Dewan Tuding PSN Dinkes Gagal

Ponorogo, koranmemo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo bereaksi keras, pasca wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ponorogo ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Bahkan, kalangan legislatif Ponorogo ini menuding progran Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Bumi Reog oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dituding gagal.

Pernyataan ini diungkapkan, Wakil Ketua Komisi D Ubail Islam. Dikatakan, tingginya penderita DBD hingga kini yang mencapai 500 orang, dengan 8 orang diantaranya meninggal dunia membuktikan kurang intensifnya gerakan PSN Dinkes kepada masyarakat. Sehingga nyamuk DBD berkembang pesat dan menyerang warga Ponorogo.” Ini berarti Dinkes kan belum maksimal bersama sama masyarakat memberantas sarang jentik. Ini kan masih terus meningkat penderitanya,” ujarnya, Selasa (29/1).

Ubail mengungkapkan, masyarakat pun diminta untuk terus waspada dari serangan nyamuk Aides aegepty. Mengingat masih tingginya musim hujan di Ponorogo.” Kita jangan merasa aman dulu, harus waspada. Ini kan masih musim hujan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Ponorogo, drg Rahayu Kusadrini berdalih, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor kurang maksimalnya gerakan PSN yang dikampanyekan Dinkes di masyarakat. Pihaknya mengaku PSN akan sukses bila masyarakat ikut berperan aktif dalam program minimalisir jentik nyamuk ini.” Ya kita kan cuman berapa orang, PSN itu tidak bisa dari kita saja, harus masyarakat ikut aktif juga,” dalihnya.

Lebih jauh, Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan, dalam setahun pencegahan penyebaran DBD di Ponorogo menelan anggaran mencapai Rp 200 juta. Ratusan juta itu sendiri digunakan untuk, sosialisasi, PSN, dan Fogging.”2018 kemarin Rp 200 juta, ya itu untuk PSN, dan Fogging,” akunya.

Diketahui sebelumnya, tingginya penderita DBD di Ponorogo hingga akhir Januari ini membuat Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni menetapkan status KLB terkait wabah DBD di Ponorogo. Ipong pun bergerak cepat dengan mengintruksikan gerakan masal PSN dan pembebasan biaya perawatan bagi pasien DBD di seluruh Puskesmas dan rumah sakit milik daerah.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date